Jakarta -
Presiden Prabowo Subianto meminta agar gajah-gajah di Taman Nasional Way Kambas Lampung mendapat perhatian khusus dalam penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Dalam rapat penanganan karhutla di Pekanbaru, Riau, Presiden Prabowo meminta agar penanganan karhutla tidak hanya difokuskan di Kalimantan saja, tetapi juga memperhatikan kawasan konservasi di Lampung.
"Saya juga minta diperhatikan untuk Lampung. Way Kambas Taman Nasional itu fokus kita juga ya. Saya dapat laporan itu juga ada hotspot di situ," ujar Presiden Prabowo dipantau melalui siaran Sekretariat Presiden di Jakarta, dikutip Senin (24/8/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Presiden Prabowo, Taman Nasional Way Kambas merupakan kawasan konservasi penting yang menjadi habitat gajah dan perlu dijaga, karena menjadi salah satu kawasan perlindungan gajah terakhir di Sumatera.
"Di situ kan taman konservasi kita untuk gajah dan sebagainya, gajah-gajah terakhir di Sumatera harus kita rawat benar," katanya.
Presiden Prabowo juga meminta agar penanganan hotspot di Taman Nasional Way Kambas dilakukan sedini mungkin agar tidak berkembang menjadi titik api dan meluas.
Di Way Kambas, pemerintah telah berencana untuk meningkatkan Rumah Sakit Gajah Way Kambas menjadi Elephant Treatment and Care Centre dengan peralatan, perangkat, dan teknologi canggih hasil kolaborasi dengan Vantara, lembaga konservasi satwa liar terbesar dari Gujarat, India.
Kerja sama tersebut meliputi pelatihan peningkatan kapasitas bagi perawat gajah, dokter hewan yang terlibat dalam pengelolaan satwa liar di Indonesia, hingga menyediakan 10 Rumah Sakit Satwa Bergerak (Hospitals on Wheels) yang akan memenuhi kebutuhan satwa liar di habitat alaminya di berbagai wilayah Indonesia.
Gajah Sumatra mendapat perawatan dari Vantara Foto: (dok. Istimewa)
Vantara juga akan menyediakan keahlian veteriner khusus, dukungan teknis, bantuan infrastruktur, dan peningkatan kapasitas untuk mendukung program-program yang dipimpin oleh pemerintah Indonesia.
Vantara turut menyumbangkan keahlian mereka di bidang veteriner, perawatan satwa, dan konservasi, kemampuan teknis, dukungan infrastruktur, serta program peningkatan kapasitas, dengan bekerja sama secara erat dengan Pemerintah Indonesia, lembaga-lembaga nasional terkait, dan Fauna Land.
"Indonesia merupakan rumah bagi salah satu keanekaragaman hayati paling luar biasa di dunia, merupakan suatu kehormatan bagi Vantara untuk mendukung Indonesia dalam melindungi kekayaan alam ini bagi generasi mendatang. Vantara telah mengembangkan keahlian mendalam dalam kesehatan satwa liar, perawatan veteriner, pemeliharaan satwa, dan konservasi, dan kami senang dapat berbagi pengalaman tersebut dengan Indonesia," ungkap Ajit Kulkarni, Special Director, Compliance & Due Diligence, Vantara.
"Konservasi satwa liar merupakan tanggung jawab kita bersama. Kita harus memastikan bahwa Indonesia memiliki fasilitas, keahlian, dan sumber daya untuk merawat satwa liar di mana pun mereka membutuhkan. Melalui kemitraan ini, kita memperkuat infrastruktur kesehatan satwa liar dan konservasi yang kita miliki dengan Vantara memberikan dukungan berupa pengalaman, keahlian, dan sumber daya," imbuh Menhut Raja Juli Antoni.
Kerja sama yang lebih luas dengan Vabtara juga mencakup kesehatan satwa liar dan perawatan veteriner, konservasi in situ dan ex situ, kesejahteraan satwa, pembiakan konservasi, rehabilitasi, pelepasliaran kembali ke alam (rewilding), serta peningkatan kapasitas, di samping kerja sama lain yang telah disepakati bersama.
(wsw/wsw)