Pramono Anung Ikut Khataman Al-Qur'an Sambut 500 Tahun Jakarta

Okto Rizki Alpino

| 17 Juli 2026, 15:40 WIB

Pramono Anung Ikut Khataman Al-Qur'an Sambut 500 Tahun Jakarta

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, siapkan pencetakan 1.000 Al-Qur'an edisi khusus peringatan 500 tahun Kota Jakarta. Foto: Akurat.co/Okto Rizki Alpino

AKURAT.CO Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menyiapkan program pencetakan 1.000 Al-Qur'an edisi khusus, sebagai bagian dari rangkaian peringatan 500 tahun Kota Jakarta yang akan berlangsung pada 2027.

Program tersebut disampaikan Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, usai menghadiri Wisuda Mahasiswa Pendidikan Kader Mubalig (PKM) Angkatan XXXII di Balai Kota Jakarta, Jumat (17/7/2026).

Menurutnya, pencetakan Al-Qur'an bertema Jakarta itu akan menjadi salah satu kegiatan religius yang melibatkan masyarakat luas.

"Dalam kesempatan ini, dalam rangka menyambut lima abad Jakarta, 500 tahun, kami akan membuat atau mencetak Al-Qur'an yang khas untuk seribu Al-Qur'an," katanya.

Pramono menjelaskan, dari total 1.000 Al-Qur'an yang dicetak, sebanyak 500 akan diperuntukkan bagi kegiatan khataman Al-Qur'an, sedangkan 500 lainnya untuk kegiatan tadarus.

Baca Juga: Perkuat Literasi Publik, Rano Karno Apresiasi Dukungan Bank Jakarta dalam Anugerah Jurnalistik MHT 2026

Pemprov juga akan menyiapkan lokasi khusus bagi masyarakat yang ingin mengikuti khataman Al-Qur'an sebagai bagian dari peringatan lima abad Jakarta.

"Sebanyak 500 untuk khataman Al-Qur'an dan nanti siapa pun yang ingin melakukan khataman akan dibuatkan tempat khusus dan ditangani. Saya termasuk salah satu yang ingin ikut," ujarnya.

Selain khataman, Pramono mengatakan, kegiatan tadarus juga akan menjadi bagian dari rangkaian peringatan tersebut. Menurutnya, pelaksanaan dua kegiatan itu diharapkan dapat menjadi ikhtiar spiritual dalam menyambut usia Jakarta yang genap lima abad.

"Jadi, 500 khataman dan 500 tadarusan," katanya.

Melalui program ini, Pemprov DKI ingin menghadirkan peringatan 500 tahun Jakarta tidak hanya melalui pembangunan fisik dan kegiatan seremonial, melainkan juga dengan memperkuat nilai-nilai keagamaan dan kebersamaan masyarakat.

Baca Juga: Komisi D DPRD Jakarta Soroti Kebutuhan TPU di Pulau Kelapa