Presiden Iran Masoud Pezeshkian Bantah Mengundurkan Diri

Rabu, 5 Agustus 2026 - 00:18 WIB

Teheran, VIVA – Presiden Iran Masoud Pezeshkian menepis rumor yang menyatakan dirinya mengundurkan diri dari jabatannya di tengah eskalasi konflik militer dengan Amerika Serikat.

Baca Juga

"Jika saya akan mundur, saya pasti akan umumkan secara terbuka. Saya tak akan mengundurkan diri dan saya akan melanjutkan perjuangan," kata Pezeshkian dalam pidato yang disiarkan kantor berita IRNA.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Pernyataan tersebut disampaikan untuk menepis berita yang disiarkan media oposisi Iran bahwa Pezeshkian beberapa kali berupaya meminta pengunduran dirinya kepada Pemimpin Tertinggi Iran Mojtaba Khamenei.

Baca Juga

Dia juga membantah ada perselisihan dengan Khamenei dan angkatan bersenjata Iran, sembari menegaskan bahwa mereka bekerja sama dengan penuh keselarasan.

"Semuanya tahu jika ada perselisihan, angkatan bersenjata pasti akan berada di sisi Khamenei," ucap Pezeshkian.

Baca Juga

Iran sedang dalam keadaan perang dengan Amerika Serikat saat AS dan Israel melancarkan serangan gabungan ke Iran pada Februari lalu. Iran lantas membalas dengan serangan rudal dan droneke negara-negara Teluk yang memiliki aset militer AS.

Kemudian, AS dan Iran sepakat untuk melakukan gencatan senjata pada April, disusul dengan penandatanganan memorandum perdamaian yang tercapai melalui mediasi Pakistan pada Juni lalu untuk menghentikan konflik militer dan mewujudkan kesepakatan damai.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Namun demikian, kesepakatan itu gagal terwujud bulan lalu setelah AS dan Iran saling melancarkan serangan selama hampir dua pekan.

Presiden AS Donald Trump pun kemudian tiba-tiba menghentikan serangan udara di tengah kabar adanya pembicaraan untuk menyelesaikan konflik tersebut. (Ant)

Presiden AS Donald Trump di Gedung Putih

AS Klaim Kesepakatan Pembukaan Selat Hormuz dengan Iran Bisa Tercapai Besok, Harga Energi Diprediksi Stabil

Menkeu AS Scott Bessent menyebut kesepakatan pembukaan Selat Hormuz dengan Iran berpeluang tercapai pada Rabu dan diyakini dapat menstabilkan harga energi.

VIVA.co.id

4 Agustus 2026