Prof Hafiz pertanyakan sudahkan terbebas dari penjajahan hawa nafsu - ANTARA News Kalimantan Selatan

Banjarmasin (ANTARA) - Guru Besar Universitas Islam Negeri (UIN) Antasari Banjarmasin, Kalimantan Selatan (Kalsel) Prof Dr HA Hafiz Anshari MA dalam khutbahnya antara lain mempertanyakan kepada kaum Muslim di Indonesia; sudahkah terbebas dari penjajahan hawa nafsu? 

"Kita sekarang sudah merdeka, terbebas dari penjajahan kolonial Belanda dan Jepang, tapi sudahkah terbebas dari penjajahan hawa nafsu," ujar Prof Hafiz dalam khutbahnya di hadapan jamaah Masjid Raya Sabilal Muhtadin tersebut sebelum Shalat Jum'at. 

Dengan mengutip Hadits Rasulullah Muhammad SAW, Guru Besar asal Desa Bandang, Kecamatan Batu Benawa atau pinggiran Pegunungan Meratus, Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST), Kalsel itu mengatakan, bahwa hawa nafsu musuh terbesar dalam kehidupan manusia. 

"Hal tersebut sebagaimana Sabda Rasulullah SAW setelah pulang dari Perang Badar (perang terbessr), bahwa masih ada perang yang lebih besar lagi yaitu melawan hawa nafsu," kutip Hafiz yang juga Rektor Institut Agama Islam (IAI) Darussalam Martapura (40 km dari Banjarmasin), ibukota Kabupaten Banjar, Kalsel. 

Ketua Dewan Pertimbangan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kalsel itu menjelaskan, bahwa memerangi hawa nafsu tersebut antara lain sejak bangun tidur hingga tidur kembali tidak berpikir/terpikirkan untuk melakukan kejahatan atau perbuatan buruk, kecuali hanya memikirkan untuk selalu berbuat kebaikan. 

Pada kesempatan tersebut, Prof Hafiz juga mengutip Hadits Rasulullah SAW, bahwa ada dua hal yang menjamin seorang Muslim masuk surga yaitu iman dan melakukan amal shaleh, baik untuk kepentingan pribadi sendiri maupun sosial. 

Selain itu, mengutip Al Qur'a  Surah An Nahl (lebah) ayat (97) yang menyatakan; bahwa setiap laki-laki atau perempuan yang beriman dan mengerjakan amal saleh akan diberi kehidupan yang baik (hayatan thayyibah) di dunia serta balasan pahala yang lebih baik di akhirat.

Begitu pula dalam Surah Fushshilat (Yang Dijelaskan) ayat (47) Allah menegaskan, bahwa hanya Allah SWT yang mengetahui kepastian hari Kiamat, lanjut mantan Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Republik Indonesia itu. 

"Ayat tersebut juga menjelaskan luasnya ilmu Allah yang meliputi segala detail  (lebih rinci) tersembunyi, seperti buah yang keluar dari kelopaknya serta proses perempuan mengandung dan melahirkan," demikian Prof Hafiz mengutip kandungan Surah Fushshilat (47). 

Dalam Jum'atan (Shalat Jumat) di masjid kebanggaan orang Banua tersebut kali ini kembali tampak pada shaf terdepan Gubernur Kalsel H Muhidin serta Kepala Badan Intelijen Nasional Daerah (Kabinda) provinsi setempat, Kombes Pol Sentot Adi Dharmawan. 

Selain itu, Kepala Kanwil Kementerian Agama (Kemenag) Kalsel HM Tambrin yang juga Ketua Badan Pengelola Masjid Raya Sabilal Muhtadin Banjarmasin. 

Suasana jamaah di Masjid Raya Sabilal Muhtadin Banjarmasin pada Shalat Jum'at (7/8/2026). Tampak Gubernur Kalsel H Muhidin dan Kabinda provinsi setempat, Kombes Pol. Sentot Adi Dharmawan. (ANTARA/Syamsuddin Hasan)

Pewarta: Syamsuddin Hasan
Editor : Sukarli

COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.