Profil semifinalis Piala Dunia 2026: Peta kekuatan tim

Profil semifinalis Piala Dunia 2026: Peta kekuatan tim

Minggu, 12 Juli 2026 13:51 WIB

Image Print

Jude Bellingham (10) dari Inggris merayakan gol dalam pertandingan perempat final Piala Dunia FIFA 2026 antara Norwegia dan Inggris di Stadion Miami di Miami Gardens, Florida, Amerika Serikat, pada 11 Juli 2026. ANTARA/Evrim Aydın - Anadolu Agency / pri.

Jakarta (ANTARA) - Panggung Piala Dunia 2026 kini telah memasuk babak semifinal, fase krusial dengan menyisakan empat negara raksasa yang semuanya pernah merasakan manisnya mengangkat trofi emas, yakni Prancis, Spanyol, Inggris, dan juara bertahan Argentina.

Berdasarkan rilis resmi FIFA, babak empat besar ini akan menyajikan dua duel super big match. Prancis dijadwalkan bentrok dengan Spanyol pada semifinal pertama, sedangkan Argentina akan melakoni laga klasik sarat sejarah kontra Inggris di semifinal lainnya.

Keempat tim ini sukses melaju ke semifinal dengan membawa karakteristik permainan yang sangat berbeda, mulai dari taktik seimbang milik Les Bleus, benteng pertahanan kokoh La Roja, mentalitas pantang menyerah The Three Lions, hingga daya juang tinggi Albiceleste.

Berikut profil empat semifinalis Piala Dunia 2026, berdasarkan laman FIFA.

1. Prancis

  • Prestasi Terbaik: Juara (1998, 2018)

  • Jalur ke Semifinal: Menang 3-1 vs Senegal, 3-0 vs Irak, 4-1 vs Norwegia (Fase Grup); 3-0 vs Swedia (32 Besar); 1-0 vs Paraguay (16 Besar); 2-0 vs Maroko (Perempat Final).

  • Pemain Kunci: Kylian Mbappe (8 gol, 3 assist)

    Analisis taktis:
    Prancis menjadi satu-satunya semifinalis yang menyapu bersih enam laga tanpa sekalipun menyentuh babak perpanjangan waktu. Pasukan Didier Deschamps tampil sangat produktif dengan gelontoran 16 gol dan hanya kebobolan dua kali. Senjata utama mereka terletak pada duet maut Kylian Mbappe dan Ousmane Dembele (total 13 gol). Les Bleus kini membidik rekor sejarah untuk menembus final Piala Dunia tiga kali secara beruntun, menyamai catatan legendaris Jerman Barat dan Brasil. Namun, mereka punya celah jika menghadapi lawan dengan pertahanan nan rapat seperti saat dibuat frustrasi oleh Paraguay.


2. Spanyol

  • Prestasi Terbaik: Juara (2010)

  • Jalur ke Semifinal: Imbang 0-0 vs Tanjung Verde, Menang 4-0 vs Arab Saudi, 1-0 vs Uruguay (Fase Grup); 3-0 vs Austria (32 Besar); 1-0 vs Portugal (16 Besar); 2-1 vs Belgia (Perempat Final).

  • Pemain Kunci: Mikel Oyarzabal (4 gol, 1 assist)

    Analisis taktis:
    Kembali ke babak empat besar untuk pertama kali sejak 2010, kekuatan utama armada Luis de la Fuente terletak pada lini pertahanan yang luar biasa rapat. Spanyol tercatat hanya kebobolan satu gol sepanjang turnamen, yakni saat menumbangkan Belgia 2-1 di perempat final. Kelebihan lainnya adalah kedalaman skuad, di mana Mikel Merino mencetak rekor sejarah sebagai pemain pertama yang mampu mengemas gol kemenangan dari bangku cadangan di dua laga fase gugur yang berbeda (vs Portugal dan Belgia). PR terbesar La Roja saat ini adalah efisiensi lini depan yang kerap tumpul meski mendominasi penuh penguasaan bola.


3. Inggris

  • Prestasi Terbaik: Juara (1966)

  • Jalur ke Semifinal: Menang 4-2 vs Kroasia, Imbang 0-0 vs Ghana, Menang 2-0 vs Panama (Fase Grup); 2-1 vs RD Kongo (32 Besar); 3-2 vs Meksiko (16 Besar); 2-1 vs Norwegia via extra time (Perempat Final).

  • Pemain Kunci: Jude Bellingham (6 gol)

    Analisis taktis:
    Menembus semifinal untuk keempat kalinya dalam sejarah, anak-asuh Thomas Tuchel mengusung misi besar menyudahi dahaga trofi selama 60 tahun. Ketergantungan Inggris pada duet Jude Bellingham dan Harry Kane sangat tinggi, mengingat keduanya memborong 12 dari 13 gol tim. Kekuatan utama Inggris terletak pada aspek psikologis dan mentalitas keluar dari tekanan. Namun, The Three Lions memiliki masalah pelik di sektor pertahanan yang sudah jebol enam kali akibat banyaknya kesalahan teknis.Tuchel juga mengakui timnya melakukan banyak kesalahan teknis dan bermain kurang cepat ketika menyingkirkan Norwegia.

4. Argentina

  • Prestasi Terbaik: Juara (1978, 1986, 2022)

  • Jalur ke Semifinal: Menang 3-0 vs Aljazair, 2-0 vs Austria, 3-1 vs Yordania (Fase Grup); 3-2 vs Tanjung Verde via extra time (32 Besar); 3-2 vs Mesir (16 Besar); 3-1 vs Swiss via extra time (Perempat Final).

  • Pemain Kunci: Lionel Messi (8 gol)

    Analisis taktis:
    Sang juara bertahan kini membidik status back-to-back juara dunia menyusul rekor emas Brasil tahun 1962. Di bawah komando Lionel Scaloni, Albiceleste menjelma menjadi tim paling subur di antara kontestan semifinal dengan koleksi 17 gol. Magis Lionel Messi (39 tahun) tetap menjadi roh permainan tim, di mana ia bersaing ketat dengan Mbappe di bursa top skor dengan raihan 8 gol. Masalah utama Argentina ada pada lini belakang mereka yang sudah kebobolan 5 gol di fase gugur dan kerap kedodoran saat lawan menerapkan skema serangan balik cepat (counter-attack).

Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Profil semifinalis Piala Dunia 2026

Pewarta : Muhammad Ramdan
Editor: Yuniati Jannatun Naim
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.