Profil Teguh Arief Indratmoko, Eks Danjen Akademi TNI yang Kini Resmi Menjadi Dirut Peruri

Siapa Teguh Arief Indratmoko?

Teguh Arief Indratmoko adalah purnawirawan Letnan Jenderal TNI Angkatan Darat yang resmi menjabat sebagai Direktur Utama Perum Peruri berdasarkan keputusan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) pada 15 Juli 2026.

Berikut profil singkatnya:

  • Nama lengkap: Letjen TNI (Purn.) Teguh Arief Indratmoko

  • Lahir: 19 Desember 1965

  • Usia: 61 tahun

  • Pangkat terakhir: Letnan Jenderal TNI

  • Korps: Infanteri (Kopassus)

  • Alumni: Akademi Militer 1988A

  • Jabatan terakhir di TNI: Komandan Jenderal Akademi TNI

  • Jabatan saat ini: Direktur Utama Perum Peruri

  • Organisasi: Ketua Yayasan Gerakan Solidaritas Nasional (GSN)

Penunjukan Teguh Arief Indratmoko sebagai Direktur Utama Peruri menggantikan Dwina Septiani Wijaya yang telah memimpin perusahaan tersebut sejak November 2017. Selain pergantian direktur utama, pemerintah juga menunjuk Letjen TNI (Purn.) Geerhan Lantara sebagai Ketua Dewan Pengawas Peruri menggantikan Marlinson Hakim.

Perubahan kepemimpinan ini ditetapkan melalui Surat Keputusan Badan Pengaturan BUMN (BP BUMN) Nomor 345 Tahun 2026 dan Nomor 346 Tahun 2026 tertanggal 15 Juli 2026.

Bagi sebagian masyarakat, nama Teguh Arief Indratmoko mungkin baru dikenal setelah dipercaya memimpin Peruri. Namun di lingkungan TNI AD, ia memiliki rekam jejak panjang dengan berbagai penugasan strategis, mulai dari satuan elite Kopassus, komando kewilayahan, intelijen, hingga pendidikan militer tingkat nasional.

Mengapa Teguh Arief Indratmoko Dipilih Menjadi Dirut Peruri?

Pengangkatan Teguh Arief Indratmoko sebagai Direktur Utama Peruri tidak lepas dari karakteristik perusahaan yang berbeda dengan sebagian besar badan usaha milik negara lainnya.

Peruri memang menjalankan aktivitas bisnis, tetapi fungsi utamanya jauh melampaui aspek komersial. Perusahaan ini menjadi salah satu instrumen strategis negara yang bertanggung jawab mencetak uang rupiah, materai, pita cukai, paspor, dokumen sekuriti, hingga berbagai produk keamanan digital yang membutuhkan standar perlindungan tinggi.

Kepala Badan Pengaturan BUMN sekaligus Chief Operating Officer (COO) Danantara, Dony Oskaria, menjelaskan bahwa pergantian pimpinan dilakukan berdasarkan kebutuhan organisasi. Menurutnya, Peruri membutuhkan sosok yang memiliki pengalaman kuat dalam aspek keamanan, pengamanan, dan pengelolaan sistem strategis negara sehingga pemilihan figur berlatar belakang TNI dinilai sesuai dengan fungsi perusahaan.

Pandangan tersebut menunjukkan bahwa pemerintah tidak hanya mempertimbangkan pengalaman manajerial, tetapi juga rekam jejak kepemimpinan dalam mengelola organisasi besar yang memiliki tingkat risiko tinggi. Dengan kata lain, pengalaman militer Teguh Arief Indratmoko dipandang relevan dengan tantangan yang dihadapi Peruri saat ini.

Peruri Bukan Sekadar Perusahaan Percetakan Uang

Masih banyak masyarakat yang menganggap Peruri hanya bertugas mencetak uang rupiah. Padahal, peran perusahaan ini jauh lebih luas.

Dalam beberapa tahun terakhir, Peruri berkembang menjadi penyedia berbagai solusi keamanan dokumen dan identitas nasional. Produk yang dikelolanya mencakup dokumen berteknologi tinggi yang membutuhkan sistem pengamanan berlapis agar tidak mudah dipalsukan.

Perubahan ini membuat tantangan yang dihadapi Peruri ikut berkembang. Ancaman tidak lagi sebatas pemalsuan dokumen fisik, tetapi juga menyangkut keamanan data, transformasi digital, hingga perlindungan identitas elektronik.

Di sinilah pengalaman Teguh Arief Indratmoko menjadi menarik untuk dicermati. Selama berkarier di TNI, ia pernah memegang sejumlah jabatan yang berkaitan dengan intelijen, keamanan, pengamanan objek strategis, hingga pembinaan organisasi. Pengalaman tersebut berpotensi menjadi modal dalam memperkuat tata kelola Peruri di tengah meningkatnya kebutuhan akan sistem keamanan dokumen yang semakin kompleks.

Pengalaman Militer yang Selaras dengan Kebutuhan Peruri

Jika dicermati, perjalanan karier Teguh Arief Indratmoko menunjukkan pola yang cukup konsisten. Ia tidak hanya bertugas di lapangan sebagai perwira infanteri, tetapi juga dipercaya mengemban jabatan yang menuntut kemampuan analisis, koordinasi, dan pengambilan keputusan strategis.

Sebagai contoh, pengalaman menjadi Asisten Intelijen Kepala Staf Angkatan Darat (Asintel Kasad) menuntut pemahaman terhadap pengelolaan informasi strategis dan mitigasi risiko. Sementara ketika memimpin Akademi TNI, ia bertanggung jawab membina sistem pendidikan yang melibatkan ribuan personel dari berbagai matra.

Dari sudut pandang tata kelola organisasi, pengalaman tersebut memiliki kesamaan dengan tantangan yang dihadapi Peruri, yaitu menjaga keandalan sistem, memastikan keamanan aset strategis, serta membangun koordinasi lintas lembaga.

Inilah yang menjadi salah satu nilai tambah dari penunjukan Teguh Arief Indratmoko. Alih-alih hanya melihat latar belakang militernya, perjalanan kariernya memperlihatkan pengalaman memimpin organisasi kompleks yang berorientasi pada keamanan, disiplin, dan pengelolaan risiko—tiga aspek yang sangat penting bagi perusahaan yang memegang amanah dalam pengamanan dokumen negara.

Dengan bekal pengalaman tersebut, publik kini menantikan bagaimana Teguh Arief Indratmoko akan membawa Peruri menghadapi tantangan baru, terutama di tengah pesatnya perkembangan teknologi keamanan digital dan meningkatnya kebutuhan perlindungan identitas nasional.

Baca Juga: Profil Kuntadi, Calon Jampidsus Pengganti Febrie Adriansyah, Ini Rekam Jejak dan Harta Kekayaannya

Baca Juga: Profil Bobby Adhityo Rizaldi, Anggota BPK yang Disorot KPK, Ini Perjalanan Karier dan Harta Kekayaannya

Riwayat Pendidikan Teguh Arief Indratmoko

Perjalanan karier Teguh Arief Indratmoko tidak terlepas dari pendidikan militer yang ditempuh secara bertahap. Selain menempuh pendidikan formal, ia juga mengikuti berbagai kursus dan sekolah pengembangan yang menjadi syarat bagi perwira TNI untuk menduduki jabatan strategis.

Berikut riwayat pendidikannya berdasarkan data yang tersedia:

Pendidikan Umum

  • SMP Negeri 1 Sokaraja (lulus 1981)

  • SMA Bruderan Purwokerto (lulus 1984)

Sejak jenjang sekolah menengah, Teguh menempuh pendidikan di Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah. Setelah lulus SMA, ia melanjutkan pendidikan di Akademi Militer.

Pendidikan Militer

Rangkaian pendidikan tersebut menunjukkan bahwa Teguh memiliki kompetensi yang tidak hanya berfokus pada kemampuan tempur, tetapi juga kepemimpinan, strategi, intelijen, hingga ketahanan nasional.

Lulusan Lemhannas RI umumnya dipersiapkan untuk mengemban jabatan strategis yang membutuhkan perspektif lintas sektor. Bekal ini menjadi salah satu modal penting ketika seorang perwira memasuki posisi yang bersinggungan dengan kebijakan nasional maupun pengelolaan organisasi berskala besar.

Perjalanan Karier Teguh Arief Indratmoko

Karier Teguh Arief Indratmoko berkembang secara bertahap selama lebih dari tiga dekade di lingkungan TNI Angkatan Darat. Jika diperhatikan, perjalanan tugasnya tidak hanya berada di satu bidang, tetapi mencakup operasi, pembinaan personel, intelijen, teritorial, hingga pendidikan militer.

Pola karier seperti ini umumnya dimiliki oleh perwira tinggi yang dipersiapkan untuk memimpin organisasi dengan cakupan tugas yang luas.

Mengawali Karier dari Satuan Infanteri dan Kopassus

Setelah lulus dari Akademi Militer pada 1988, Teguh memilih kecabangan Infanteri dan bertugas di Komando Pasukan Khusus (Kopassus).

Pengalaman di satuan elite tersebut membentuk kemampuan kepemimpinan lapangan, pengambilan keputusan dalam situasi berisiko tinggi, serta koordinasi antarsatuan. Kemampuan semacam ini menjadi fondasi penting dalam perjalanan kariernya di kemudian hari.

Pada 2003 hingga 2004, ia dipercaya memimpin Yonif 122/Tombak Sakti sebagai Komandan Batalyon. Jabatan ini menjadi salah satu tonggak awal kepemimpinannya di level komando pasukan.

Memasuki Jabatan Strategis

Setelah memimpin batalyon, karier Teguh terus berkembang dengan menduduki sejumlah posisi penting, antara lain:

  • Asisten Logistik Danjen Kopassus

  • Komandan Grup 2 Kopassus (2011–2012)

  • Komandan Rindam I/Bukit Barisan (2012–2013)

  • Komandan Korem 022/Pantai Timur (2013)

  • Perwira Menengah Denma Mabes AD

  • Komandan Korem 091/Aji Surya Natakesuma (2015–2016)

Rangkaian jabatan tersebut memperlihatkan bahwa pengalamannya tidak hanya berada di lingkungan pasukan khusus, tetapi juga pembinaan prajurit, pendidikan, dan komando kewilayahan.

Hal ini menunjukkan kemampuan adaptasi yang tinggi karena setiap jabatan memiliki tantangan operasional yang berbeda.

Dipercaya Menempati Posisi di Tingkat Mabes TNI

Karier Teguh semakin menonjol ketika dipercaya mengemban sejumlah jabatan di tingkat pusat.

Ia pernah menjabat sebagai:

  • Wakil Komandan Paspampres (2016–2017)

  • Perwira Ahli Tingkat III Bidang Intekmil dan Siber Panglima TNI (2017–2018)

  • Pangdam Iskandar Muda (2018–2020)

  • Asisten Intelijen Kepala Staf Angkatan Darat (2020–2021)

Terutama saat menjabat Asintel Kasad, Teguh menangani bidang yang berkaitan dengan analisis informasi strategis, mitigasi risiko, dan pengamanan kepentingan TNI AD.

Pengalaman ini menjadi salah satu aspek yang dinilai relevan dengan kebutuhan Peruri sebagai perusahaan yang mengelola dokumen strategis negara.

Memimpin Pusterad hingga Akademi TNI

Puncak karier militernya berlanjut ketika dipercaya menjadi:

  • Komandan Pusat Teritorial Angkatan Darat (Danpusterad) (2021–2022)

  • Komandan Jenderal Akademi TNI (2022–2023)

Sebagai Danjen Akademi TNI, Teguh bertanggung jawab mengoordinasikan pendidikan calon perwira dari TNI AD, TNI AL, dan TNI AU.

Posisi tersebut bukan sekadar jabatan administratif, melainkan memerlukan kemampuan membangun sistem pendidikan, tata kelola organisasi, serta koordinasi lintas matra.

Pengalaman memimpin organisasi besar dengan ribuan personel menjadi bekal yang bernilai ketika memasuki dunia korporasi, terutama pada perusahaan strategis milik negara.

Memasuki Masa Purnatugas

Setelah pensiun dari dinas militer, Teguh Arief Indratmoko dipercaya menjadi Ketua Yayasan Gerakan Solidaritas Nasional (GSN).

Organisasi tersebut dibentuk untuk memperkuat semangat kebangsaan dan kolaborasi lintas elemen masyarakat dalam mendukung pembangunan nasional.

Tidak lama berselang, pemerintah melalui keputusan RUPS pada 15 Juli 2026 menunjuknya sebagai Direktur Utama Perum Peruri menggantikan Dwina Septiani Wijaya.

Apa Tantangan Teguh Arief Indratmoko di Peruri?

Menjadi Direktur Utama Peruri bukan hanya soal memimpin perusahaan percetakan uang negara. Jabatan tersebut juga membawa tanggung jawab besar dalam menjaga kepercayaan publik terhadap sistem keamanan dokumen nasional.

Saat ini, Peruri menghadapi tantangan yang berbeda dibanding satu dekade lalu.

Transformasi Digital

Peruri kini tidak hanya mencetak uang, tetapi juga mengembangkan berbagai layanan keamanan digital, identitas elektronik, tanda tangan digital, serta teknologi autentikasi.

Transformasi tersebut menuntut perusahaan mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi sekaligus menjaga standar keamanan yang tinggi.

Ancaman Keamanan Siber

Semakin banyak dokumen negara yang terdigitalisasi membuat risiko serangan siber ikut meningkat.

Karena itu, pengalaman Teguh dalam bidang intelijen, keamanan, dan pengelolaan risiko diperkirakan menjadi salah satu alasan pemerintah mempercayainya memimpin perusahaan ini.

Menjaga Keseimbangan Fungsi Publik dan Bisnis

Peruri memang menjalankan kegiatan usaha, tetapi perusahaan ini juga memiliki fungsi pelayanan kepada negara.

Artinya, setiap kebijakan bisnis harus tetap memperhatikan aspek keamanan nasional, kepentingan publik, serta keberlanjutan perusahaan.

Kemampuan menjaga keseimbangan inilah yang akan menjadi salah satu ukuran keberhasilan kepemimpinan Teguh Arief Indratmoko.


Insight Editorial: Mengapa BUMN Strategis Kerap Dipimpin Purnawirawan TNI?

Pengangkatan Teguh Arief Indratmoko sebagai Direktur Utama Peruri kembali memunculkan perhatian publik terhadap tren penempatan purnawirawan TNI di sejumlah BUMN strategis. Meski sering menjadi perbincangan, penting untuk melihat fenomena ini dari perspektif kebutuhan organisasi, bukan semata latar belakang profesi.

Peruri memiliki karakter yang berbeda dengan BUMN yang berorientasi penuh pada keuntungan. Selain menjalankan aktivitas bisnis, perusahaan ini bertanggung jawab atas pencetakan uang rupiah, dokumen sekuriti, pita cukai, paspor, hingga berbagai produk keamanan digital. Konsekuensinya, aspek tata kelola, kerahasiaan informasi, dan manajemen risiko menjadi faktor yang sama pentingnya dengan pencapaian kinerja bisnis.

Dalam konteks tersebut, pengalaman seorang pemimpin yang pernah mengelola organisasi besar, menerapkan disiplin operasional, serta menangani keamanan aset strategis dapat menjadi nilai tambah. Namun, keberhasilan tetap ditentukan oleh kemampuan beradaptasi dengan tata kelola korporasi, transformasi digital, inovasi layanan, dan pengambilan keputusan berbasis bisnis.

Dengan kata lain, latar belakang militer bukanlah jaminan keberhasilan, tetapi dapat menjadi modal awal apabila dipadukan dengan kepemimpinan yang adaptif, kolaboratif, dan mampu menjawab tantangan industri modern.

Penutup

Penunjukan Letjen TNI (Purn.) Teguh Arief Indratmoko sebagai Direktur Utama Peruri menandai babak baru dalam kepemimpinan salah satu perusahaan strategis milik negara. Rekam jejaknya selama lebih dari 30 tahun di TNI AD memperlihatkan pengalaman yang mencakup operasi, intelijen, teritorial, hingga pendidikan militer.

Perjalanan karier tersebut menjadi bekal penting untuk memimpin Peruri yang kini menghadapi tantangan transformasi digital dan peningkatan keamanan dokumen negara. Meski demikian, tantangan ke depan tidak hanya berkaitan dengan menjaga aspek keamanan, tetapi juga memastikan perusahaan terus berinovasi agar mampu menjawab kebutuhan era digital.

Kepemimpinan Teguh Arief Indratmoko akan menjadi salah satu faktor yang menentukan bagaimana Peruri menjaga keseimbangan antara fungsi strategis sebagai alat negara dan tuntutan untuk terus berkembang sebagai perusahaan modern. Pantau terus perkembangan Peruri dan profil tokoh nasional lainnya untuk memperoleh informasi yang akurat dan mendalam.

Baca Juga: Profil Febrie Adriansyah, Jampidsus Kejagung yang Rumahnya Digeledah Polisi

Baca Juga: Profil Pesantren Tambakberas Jombang, Ponpes yang Ditetapkan Menjadi Tuan Rumah Muktamar NU

FAQ

Siapa Teguh Arief Indratmoko?

Teguh Arief Indratmoko adalah Letnan Jenderal TNI Angkatan Darat (Purn.) lulusan Akademi Militer 1988A dari kecabangan Infanteri (Kopassus). Pada Juli 2026, ia resmi ditunjuk sebagai Direktur Utama Perum Peruri setelah sebelumnya menjabat Komandan Jenderal Akademi TNI.

Berapa umur Teguh Arief Indratmoko?

Berdasarkan data biografi yang tersedia, Teguh Arief Indratmoko lahir pada 19 Desember 1965. Pada tahun 2026, usianya tercatat 61 tahun.

Apa jabatan terakhir Teguh Arief Indratmoko di TNI?

Jabatan terakhir Teguh Arief Indratmoko di lingkungan TNI adalah Komandan Jenderal Akademi TNI. Sebelumnya, ia juga pernah menjabat Danpusterad, Asisten Intelijen Kasad, dan Pangdam Iskandar Muda.

Kapan Teguh Arief Indratmoko menjadi Direktur Utama Peruri?

Teguh Arief Indratmoko resmi diangkat sebagai Direktur Utama Peruri melalui keputusan RUPS yang dituangkan dalam SK BP BUMN Nomor 345 Tahun 2026 pada 15 Juli 2026, menggantikan Dwina Septiani Wijaya.

Apa tugas Direktur Utama Peruri?

Direktur Utama Peruri bertanggung jawab memimpin perusahaan dalam menjalankan fungsi strategisnya, mulai dari pencetakan uang rupiah, produksi dokumen sekuriti, pengembangan solusi keamanan digital, hingga memastikan tata kelola perusahaan berjalan sesuai ketentuan yang berlaku.

Apa latar belakang pendidikan Teguh Arief Indratmoko?

Teguh Arief Indratmoko merupakan lulusan Akademi Militer 1988A. Selain itu, ia mengikuti berbagai pendidikan militer lanjutan seperti Seskoad, Sesko TNI, dan Lemhannas RI yang menjadi bekal dalam menempati berbagai jabatan strategis di lingkungan TNI Angkatan Darat.