Program sekolah kemitraan Jateng fasilitasi 3.663 siswa kurang mampu

Program sekolah kemitraan Jateng fasilitasi 3.663 siswa kurang mampu

Senin, 13 Juli 2026 13:31 WIB

Image Print

Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi saat memberikan pengarahan pada pelaksanaan hari pertama masuk sekolah di SMA Laboratorium Upgris, Semarang, Senin (13/7/2026). ANTARA/HO-Pemprov Jateng

Semarang (ANTARA) - Program sekolah kemitraan, yakni kebijakan pendidikan gratis bagi siswa dari keluarga prasejahtera untuk bersekolah di SMA/SMK swasta pada tahun ini telah memfasilitasi setidaknya 3.663 siswa.

Gubernur Jateng Ahmad Luthfi di Semarang, Senin, menyebutkan bahwa jumlah siswa yang terfasilitasi program sekolah kemitraan terus bertambah.

Sebanyak 3.663 siswa itu, terbagi atas 1.063 siswa sekolah menengah atas (SMA) dan 2.600 siswa sekolah menengah kejuruan (SMK).

"Jumlah itu meningkat dibandingkan tahun ajaran sebelumnya yang mencapai 2.390 siswa," katanya saat meninjau pelaksanaan hari pertama pembelajaran program sekolah kemitraan Pemprov Jateng di SMA Laboratorium UPGRIS.

Ia berulang kali menyemangati mereka agar tidak merasa rendah diri, karena kondisi ekonomi maupun latar belakang keluarga.

"Boleh kita punya sekolah yang berbeda, boleh kita punya latar belakang yang berbeda, tetapi masa depan kalian yang menentukan. Ora usah berkecil hati, ora usah minder. Semangat," katanya.

Menurut dia, kondisi ekonomi tidak boleh membuat seorang anak kehilangan kesempatan memperoleh pendidikan. "Mereka harus tetap sekolah, tidak boleh putus sekolah. Sekolah tidak boleh berhenti hanya karena kondisi keluarga kurang mampu," katanya.

Kehadiran program sekolah kemitraan merupakan bentuk tanggung jawab pemerintah dalam memberikan jaminan pendidikan kepada anak-anak dari keluarga kurang mampu.

Siswa yang ditemuinya memiliki latar belakang beragam. Ada yang merupakan anak pedagang angkringan, pengemudi ojek, buruh, hingga anak yang sudah kehilangan orang tua atau diasuh kerabat.

"Namun, mereka tetap semangat untuk sekolah. Ini merupakan bentuk tanggung jawab negara untuk selalu memberikan jaminan dan kepastian pendidikan bagi mereka," katanya.

Pada tahun ajaran 2026/2027, Pemprov Jateng bekerja sama dengan 139 sekolah swasta, yang terdiri atas 56 SMA dan 83 SMK.

Khusus di Kota Semarang, sebanyak 51 siswa diterima melalui program sekolah kemitraan yang tersebar di SMA Laboratorium UPGRIS sebanyak 24 siswa, SMK Bina Nusantara 21 siswa, dan SMK Ibu Kartini enam siswa.

Dalam kegiatan tersebut, sebanyak 55 siswa juga menerima perlengkapan sekolah dan sepatu, sedangkan orang tua siswa memperoleh bantuan paket sembako dari Baznas Jateng.

Ia juga meminta kepala sekolah dan guru memastikan masa pengenalan lingkungan sekolah (MPLS) berlangsung secara aman, humanis, dan menyenangkan.

"Tidak ada lagi perpeloncoan, tidak ada lagi perundungan, apalagi sampai menimbulkan rasa minder. Sekolah tidak menakutkan, tetapi harus menjadi tempat yang menyenangkan, sehingga anak-anak merasa nyaman," katanya.

Baca juga: Pemprov Jateng mengajak para ayah mengantar anak di hari pertama sekolah

Pewarta: Zuhdiar Laeis
Editor: Edhy Susilo
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.