Batulicin (ANTARA) - PT. Angkutan Sungai, Danau, dan Penyeberangan (ASDP) Indonesia Ferry (Persero) terus meningkatkan mutu layanan bagi calon penumpang kapal tujuan Batulicin Tanah Bumbu-Kotabaru Kalimantan Selatan dengan menjalankan strategi khusus dalam menghadapi perkembangan bisnis yang ada di wilayah tersebut.
GM PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Cabang Batulicin, Ardian di Tanah Bumbu, Kamis, mengatakan pembangunan jembatan yang menghubungkan Kota Batulicin-Tanjung Serdang berdampak secara signifikan terhadap bisnis ASDP ke depan, karena pembangunan jembatan itu bersampingan dengan lintasan kapal yang dioperasikan oleh ASDP Batulicin.
"Artinya, apabila pembangunan jembatan itu rampung dan dapat difungsikan, tidak menutup kemungkinan masyarakat yang sebelumnya mengandalkan kapal fery sebagai transportasi penyeberangan akan beralih menggunakan jalur jembatan," kata Ardian.
Ia menjelaskan, dari segi bisnis PT ASDP jauh hari harus dapat mengambil langkah untuk menjaga eksistensi usaha pelayaran ASDP di Tanah Bumbu tetap ada, upaya saat ini yang akan dilakukan yakni menjajaki potensi "Long Distance" atau pelayaran jarak jauh antara Pelabuhan Batulicin-Surabaya.
Pihak manajemen juga mempelajari potensi rute baru yang menghubungkan Stagen Pulau Laut Utara-Tarjun, Sedangkan untuk ketersediaan pelabuhan ASDP akan berkolaborasi dengan pemerintah daerah setempat. Dan ASDP menyiapkan kapal dengan status perintis seperti rute pelayaran Pelabuhan Teluk Gosong-Pulau Sebuku yang di layani oleh KMP Bamega.
Stretegi bisnis lain yang dapat dikembangkan yakni menggali potensi pariwisata pelayaran, contohnya kapal asdp akan dijadikan objek wisata air seperti program wisata "susur sungai" yang ada di Kota Banjarmasin.
"Kalau wacana ini mateng ASDP tidak menutup kemungkinan akan menggandeng investor untuk mengembangkan wisata ini, kami yang menyiapkan kapal dan tentunya asdp akan melibatkan beberapa pemangku kepentingan dengan duduk bersama guna membahas langkah selanjutnya lebih jauh," terang Ardian.
Ardian memperkirakan, jika pombangunan jembatan tersebut dapat difungsikan maka sangat berdampak terhadap bisnis ASDP itu sendiri, bahkan pada Mei 2026 jumlah penumpang mulai ada penurunan sekitar 5-10 persen.
Kalau kondisi normal rata-rata penumpang orang mencapai 1.100 orang/hari, kendaraan roda dua 970 unit per hari, kendaraan roda empat campuran mencapai 440 unit per hari.
Sedangkan target pendapat bisnis asdp Batulicin tahun ini Rp94 Miliar, dan pada semester pertama capaian target baru tercatat 47 persen atau Rp44 Miliar lebih.
"Kami terus berusaha semaksimal mungkin target tahun ini akan terpenuhi, karena pada akhir tahun kami perkirakan ada momen yang dapat mendongkrak pendapatan yakni libur Nataru, Batulicin Festival, Haul Sekumpul, dan momen itu jumlah penumpang akan meningkat sekitar50 persen dari hari biasa," tutup Ardian.
Pewarta: Sujud Mariono
Editor : Imam Hanafi
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.