Pulau Jeju, dari Destinasi Liburan Romantis Kini Dihantui Ketakutan |Republika Online

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pulau Jeju, yang selama ini dikenal sebagai salah satu destinasi bulan madu paling populer di Korea Selatan, kini menghadapi krisis citra. Skandal kepolisian terkait dugaan penanganan yang keliru dalam kasus orang hilang memicu kekhawatiran publik mengenai keamanan di pulau tersebut.

Menurut pihak kepolisian, dalam kurun waktu tiga hari hingga Senin (24/8/2026), empat orang yang sebelumnya dilaporkan hilang di Jeju ditemukan meninggal dunia. Sejauh ini, aparat belum mengaitkan keempat kematian tersebut satu sama lain dan tidak menemukan bukti adanya tindak kriminal.

Namun, penemuan jenazah itu terjadi setelah operasi pencarian besar-besaran akibat terungkapnya fakta bahwa petugas polisi Jeju secara keliru menutup kasus orang hilang. Kasus yang menjadi pusat skandal adalah hilangnya Jang Mi-ran, seorang wanita berusia 37 tahun yang menghilang setelah meninggalkan rumahnya di Hallim-eup, Kota Jeju, antara tanggal 12 hingga 13 Mei.

Hampir tiga bulan kemudian, pada Senin (24/8/2026), ditemukan sesosok jenazah yang diduga kuat sebagai Jang di antara pepohonan palem. Mirisnya, lokasi pohon palem tersebut hanya berjarak 10 menit berjalan kaki dari rumahnya. Kasus Jang menarik perhatian nasional setelah petugas polisi yang bertanggung jawab diduga menutup kasus tersebut pada Mei, dengan klaim palsu bahwa ia telah berbicara langsung dengan Jang.

Kasus Jang bukan satu-satunya yang diduga ditangani dengan cara serupa. Pada Sabtu, pihak berwenang menemukan seorang pria berusia 60-an yang sebelumnya dilaporkan hilang dalam kondisi meninggal di Gujwa-eup. Seperti kasus Jang, kasus pria tersebut juga disebut telah ditutup secara palsu oleh polisi yang sama.

Pada hari yang sama ketika jenazah Jang ditemukan, orang lain yang sebelumnya dilaporkan hilang juga ditemukan meninggal di dekat sebuah lembah di Aewol-eup. Keesokan harinya, seorang nelayan menemukan jenazah seorang pria berusia 70-an di perairan sekitar Sinheung-ri, Jocheon-eup.

Deretan skandal tersebut berujung pada pencopotan empat perwira senior di Kantor Polisi Jeju Seobu. Badan Kepolisian Nasional Korea mengatakan empat perwira yang dicopot dari tugas mereka terdiri atas kepala Kantor Polisi Jeju Seobu saat ini, kepala yang memimpin kantor tersebut ketika Jang Mi-ran dilaporkan hilang, kepala divisì detektif, serta pemimpin tim yang menangani kasus orang hilang.

Keempatnya diperiksa terkait penanganan kasus tersebut, termasuk kemungkinan adanya kegagalan pengawasan dalam rantai komando. Rentetan penemuan jenazah, ditambah dugaan kegagalan polisi dalam menangani laporan orang hilang, mulai memengaruhi persepsi masyarakat dan wisatawan terhadap keamanan Jeju. Seorang warga Jeju bermarga Cho, yang menjalankan bisnis penyewaan penginapan, mengatakan sejumlah penyewa bahkan mulai membatalkan kontrak mereka.

"Banyak orang datang ke Jeju untuk tinggal selama beberapa bulan. Saya mendengar bahwa beberapa penyewa membatalkan kontrak mereka setelah kejadian-kejadian baru-baru ini," kata Cho dilansir laman Korea Herald, Kamis (27/8/2026).