Purbaya Kejar Pajak dan Bea Cukai Rp 2.908 Triliun di 2027, Begini Strateginya

Jakarta, VIVA – Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, menargetkan penerimaan perpajakan dan bea cukai di 2027 mencapai Rp 2.908 triliun dalam RAPBN 2027.

Baca Juga

"Penerimaan perpajakan diperkirakan mencapai Rp 2.908 triliun,” kata Purbaya dalam konferensi pers RAPBN dan Nota Keuangan tahun anggaran 2027 di Kantor Pusat DJP, Jakarta, Jumat, 14 Agustus 2026.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dia menjelaskan, target penerimaan perpajakan pada RAPBN 2027 naik 10,5 persen dari proyeksi (outlook) APBN 2026, yang mencapai Rp 2.631,4 triliun.

Baca Juga

Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa

Photo :

  • [Mohammad Yudha Prasetya]

Rinciannya, penerimaan pajak ditargetkan sebesar Rp 2.591,4 triliun (tumbuh 12,1 persen dari proyeksi APBN 2026 sebesar Rp 2.310,8 triliun), serta kepabeanan dan cukai sebesar Rp 316,6 triliun (terkoreksi 1,2 persen dari proyeksi APBN 2026 sebesar Rp 320,6 triliun).

Baca Juga

Sementara itu, penerimaan negara bukan pajak (PNBP) ditargetkan sebesar Rp 517,4 triliun (terkoreksi 10 persen dari proyeksi APBN 2026 sebesar Rp 575,1 triliun), dan hibah Rp 700 miliar (turun 56 persen dari proyeksi APBN 2026 sebesar Rp 1,5 triliun).

Dengan demikian, pendapatan negara ditargetkan sebesar Rp 3.426 triliun, atau tumbuh 6,8 persen dari proyeksi APBN 2026 sebesar Rp 3.208,1 triliun. Purbaya mengatakan, pertumbuhan ini utamanya diperoleh melalui peningkatan kepatuhan pajak (tax compliance) dan basis pajak (tax base).

Di sisi lain, belanja negara dalam RAPBN 2027 ditetapkan sebesar Rp 4.097,2 triliun, atau tumbuh 3,9 persen dari proyeksi APBN 2026 sebesar Rp 3.942,4 triliun. Belanja pemerintah pusat (BPP) ditargetkan sebesar Rp 3.362,2 triliun, atau tumbuh 3,6 persen dari proyeksi APBN 2026 senilai Rp 3.245,5 triliun.

Jumlah itu terdiri atas belanja Kementerian/Lembaga (K/L) sebesar Rp 1.504,7 triliun, turun 7,7 persen dari proyeksi APBN 2026 sebesar Rp 1.630,4 triliun. Sementara belanja non-K/L ditetapkan sebesar Rp 1.857,5 triliun, naik 15 persen dari proyeksi APBN 2026 sebesar Rp 1.615,1 triliun.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Adapun transfer ke daerah (TKD) ditargetkan sebesar Rp 735 triliun, naik 5,5 persen dari proyeksi APBN 2026 sebesar Rp 696,9 triliun.

Secara keseluruhan, defisit RAPBN 2027 dirancang sebesar Rp 671,2 triliun, atau 2,40 persen terhadap produk domestik bruto (PDB). Keseimbangan primer, yang mencerminkan kemampuan negara mengelola utang, ditargetkan defisit Rp 20,9 triliun. (Ant).

Calon Hakim Agung, Yeheskiel Minggus Tiranda

Calon Hakim Agung Yeheskiel Dorong Penguatan Pengadilan Pajak

Calon Hakim Agung, Yeheskiel Minggus Tiranda mendorong agar pengadilan pajak diperkuat. Dia menyoroti potensi sengketa pajak di tengah perkembangan ekonomi digital.

VIVA.co.id

15 Agustus 2026