Rachel/Febi membawa pelajaran China Open menuju Kejuaraan Dunia 2026
Jumat, 24 Juli 2026 21:48 WIB
Pasangan ganda putri Rachel Allessya Rose/Febi Setianingrum saat tampil di semifinal Australian Open 2026 di Quaycentre, Sydney, Sabtu (13/06/2026). (ANTARA/HO-PBSI)
Jakarta (ANTARA) - Ganda putri Indonesia Rachel Allessya Rose/Febi Setianingrum membawa sejumlah pelajaran berharga dari China Open 2026 sebagai modal menghadapi penampilan perdana mereka pada Kejuaraan Dunia 2026 di India, 17-23 Agustus.
Langkah Rachel/Febi terhenti pada perempat final setelah kalah dari unggulan kedelapan asal China Li Yi Jing/Luo Xu Min dengan skor 18-21, 18-21 di Changzhou, China, Jumat.
“Setelah ini kami menatap Kejuaraan Dunia pertama kami. Harus meningkatkan lagi konsistennya dan ditambah tenaga pukulannya,” ujar Febi dalam keterangan resmi PBSI setelah laga.
Pada pertandingan tersebut, Rachel/Febi kesulitan keluar dari tekanan lawan karena sejumlah pengembalian mereka terlalu tanggung sehingga membuka kesempatan bagi Li/Luo untuk terus menyerang.
“Tadi kami lebih banyak tertekan, pengembalian bolanya terlalu tanggung jadi mereka enak buat menyerang kami,” kata Febi.
Rachel mengatakan mereka sebenarnya memiliki kesempatan untuk mengambil keuntungan pada gim pertama ketika pasangan China berada dalam posisi kalah angin.
Namun, tekanan serangan Li/Luo tetap menyulitkan Rachel/Febi. Situasi semakin berat pada gim kedua ketika kekuatan pukulan lawan meningkat.
“Di gim pertama posisi mereka kalah angin tapi tekanan serangannya lumayan kencang, padahal itu kesempatan kami untuk mengambil keuntungan. Ketika berbalik di gim kedua, tenaga mereka semakin kuat dan itu menyulitkan kami untuk membalikkan bola dengan bagus,” ujar Rachel.
Meski gagal melaju ke semifinal, Rachel menilai rangkaian pertandingan dalam dua pekan terakhir memberikan banyak pengalaman, terutama dalam mengembangkan variasi pola permainan.
“Banyak yang bisa diambil dari pertandingan-pertandingan di dua minggu ini. Dari beberapa kali main, cukup beda-beda pola yang bisa dimainkan, itu nilai positifnya. Cuma memang ada yang kebaca, ada yang lancar. Ini jadi modal untuk perbaikan ke depan,” kata Rachel.
Pewarta : Muhammad Ramdan
Editor:
Victorianus Sat Pranyoto
COPYRIGHT © ANTARA 2026