Realisasi distribusi pupuk subsidi di Karawang capai 58,85 persen - ANTARA News Megapolitan

Karawang, Jawa Barat (ANTARA) - Realisasi penyaluran pupuk subsidi di Kabupaten Karawang, Jawa Barat, mencapai 58,85 persen dari total alokasi pupuk subsidi pada tahun ini yang mencapai 95.967 ton.

"Hingga 3 Agustus 2026, realisasi penyaluran pupuk subsidi mencapai 57.457 ton atau 58,85 persen dari alokasi pada tahun ini," kata VP Komunikasi Korporat PT Pupuk Indonesia (Persero), Cindy Sistyarani, saat dihubungi di Kabupaten Karawang, Jabar, Kamis.

Rincian dari realisasi penyaluran pupuk subsidi itu adalah 30.270 ton urea dan 26.263 ton NPK Phonska.

Sedangkan, penyaluran pupuk organik realisasinya mencapai 924 ton pupuk.

Pupuk Indonesia, katanya, terus menjaga kesiapan pasokan pupuk subsidi untuk mendukung memenuhi kebutuhan petani sesuai alokasi tahun 2026.

Hingga 3 Agustus 2026, stok pupuk subsidi di Kabupaten Karawang mencapai 3.061 ton. Terdiri atas 1.167 ton urea, 1.794 ton NPK Phonska, dan 100 ton pupuk organik.

Sementara, sesuai dengan data Dinas Pertanian Ketahanan Pangan dan Perikanan Karawang, untuk total alokasi pupuk subsidi di Karawang pada tahun ini mencapai 95.967 ton.

Rinciannya, sebanyak 55.040.000 kilogram pupuk urea, NPK 39.040.000 kilogram, dan pupuk organik sebanyak 1.887.000 kilogram.

Cindy menyampaikan pada musim kemarau di tahun ini memang terjadi pergeseran musim tanam yang berdampak terhadap perubahan pola permintaan pupuk di berbagai daerah di sekitar Provinsi Jawa Barat, termasuk di Karawang.

Baca juga: Pemkab Karawang alokasikan 88.719 pupuk bersubsidi

Untuk mengantisipasi perubahan pola permintaan pupuk itu, Pupuk Indonesia terus memantau penebusan melalui i-Pubers, sebuah sistem atau aplikasi digital yang dibuat oleh Kementerian Pertanian dan Pupuk Indonesia untuk mencatat, mengatur, dan mengawasi penyaluran pupuk bersubsidi kepada petani secara tepat sasaran.

Selain itu, Pupuk Indonesia juga memonitor posisi stok dan distribusi secara real-time melalui Command Center. Hal tersebut dilakukan untuk memastikan ketersediaan pupuk tetap terjaga sesuai kebutuhan petani di lapangan, termasuk di Jawa Barat.

Cindy juga menyampaikan Pupuk Indonesia terus menjaga pupuk bersubsidi tetap tersedia serta melakukan pengawasan terhadap penyalurannya secara digital maupun di lapangan agar pupuk dapat diterima petani yang berhak secara tepat waktu, tepat jumlah, dan sesuai harga eceran tertinggi (HET).

Pewarta: M Ali Khumaini
Uploader : Naryo

COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.