Realisasi PAD Kabupaten Nabire lampaui 50 persen - ANTARA News Papua Tengah

Nabire (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Nabire, Papua Tengah, mencatat realisasi pendapatan asli daerah (PAD) 2026 telah melampaui 50 persen dari target Rp105 miliar hingga akhir Juli 2026.

Sekretaris Daerah Kabupaten Nabire Yulianus Passang, di Nabire, Senin, mengatakan pemerintah daerah setempat terus mengevaluasi capaian PAD setiap organisasi perangkat daerah (OPD) untuk mengoptimalkan pendapatan daerah.

"Realisasi PAD sudah lebih dari 50 persen atau lebih dari Rp53 miliar. Sisanya ini yang akan kita kejar sebelum akhir tahun," katanya lagi.

Ia menjelaskan, target PAD Kabupaten Nabire tahun 2026 terdiri atas target pajak daerah sebesar Rp100 miliar dan retribusi daerah Rp5 miliar.

Upaya untuk mengejar target PAD, pihaknya telah melakukan evaluasi kepada seluruh OPD penghasil.

Berdasarkan evaluasi, OPD penghasil diwajibkan turun langsung ke lapangan untuk mengevaluasi sekaligus mengidentifikasi potensi pendapatan daerah yang belum tergarap secara optimal.

Dia menilai OPD penghasil tidak cukup hanya menunggu penerimaan, tetapi harus aktif mendata dan mengembangkan potensi ekonomi yang menjadi sumber PAD.

Sebagai contoh, Dinas Peternakan perlu memiliki data mengenai jumlah peternak dan populasi ternak, sedangkan Dinas Pertanian harus memastikan pemanfaatan bantuan sarana pertanian berjalan baik sehingga dapat meningkatkan produktivitas masyarakat.

"Kalau tidak turun ke lapangan mendata berapa peternak sapi, babi, ayam petelur, ayam potong, dan seterusnya, bagaimana retribusi bisa ada kalau datanya saja tidak jelas," katanya pula.

Ia juga mengaitkan capaian PAD dengan kualitas pelayanan publik. Menurutnya, pelayanan yang baik akan mendorong masyarakat menggunakan layanan pemerintah sekaligus berkontribusi terhadap penerimaan daerah.

Karena itu, kepala OPD bersama jajarannya tidak hanya bekerja dari kantor, tetapi aktif turun ke lapangan untuk memastikan pelayanan dan potensi pendapatan berjalan optimal.

"Rendahnya retribusi di beberapa OPD penghasil itu sebenarnya sangat ditentukan oleh kualitas pelayanannya," ujarnya.

Ia optimistis target PAD Rp105 miliar dapat tercapai karena pertumbuhan aktivitas ekonomi di Nabire terus meningkat seiring dengan statusnya sebagai ibu kota Provinsi Papua Tengah.

Menurut dia, perkembangan usaha kecil dan menengah, rumah makan, hotel, ruko, serta berbagai aktivitas ekonomi lainnya menunjukkan potensi PAD Nabire masih cukup besar.

"Kalau kita lihat pertumbuhan usaha menengah, kecil, rumah makan, hotel, ruko, serta status Nabire yang sekarang menjadi ibu kota Provinsi Papua Tengah, aktivitas ekonomi bertambah pesat. Jadi target Rp105 miliar itu sebenarnya masih tergolong kecil untuk potensi yang ada," katanya.

Ia menegaskan evaluasi kinerja OPD akan terus dilakukan untuk memastikan target pendapatan daerah dapat tercapai sekaligus meningkatkan kemampuan fiskal Kabupaten Nabire.

"Kalau kepala OPD diberikan tugas dan tanggung jawab seperti ini tetapi tidak bisa berbuat apa-apa, tentu itu menjadi catatan dan evaluasi Bapak Bupati ke depan," ujarnya.

Namun demikian, ia menyebut terdapat OPD yang menunjukkan kinerja positif. Salah satunya Dinas Perdagangan yang realisasi PAD-nya telah melampaui target.

Pewarta: Ali Nur Ichsan
Editor : Evarianus Supar

COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.