Situbondo (ANTARA) - Redaktur Karkhas (karangan khas) Perum LKBN ANTARA Masuki M. Astro memaparkan fungsi dari pers saat menjadi narasumber kegiatan sosialisasi yang digelar anggota DPRD Jawa Timur di Kabupaten Situbondo, pada Senin.
Kegiatan sosialisasi DPRD Jatim berkolaborasi dengan PWI Situbondo bertajuk "Literasi Jurnalistik di Era Disrupsi Media" di Situbondo ini dihadiri unsur kepala sekolah yang tergabung dalam Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMP dan SMA sederajat, Kelompok Kerja Kepala Sekolah (K3S) tingkat SD. Fatayat NU, TP PKK, IPNU dan IPPNU dan sejumlah wartawan.
"Dalam konteks secara umum yang diakui seluruh dunia, dan kebetulan juga ada dalam UU Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers, fungsi itu setidaknya ada empat, yakni memberi informasi, mendidik, menghibur dan menjadi kontrol sosial," kata Mas Uki, sapaanya, memulai menyampaikan materi dengan topik "Menyelami Kerja Wartawan Menyingkap yang Tersembunyi" itu.
Mengutip dari buku karya wartawan senior Parni Hadi berjudul "Jurnalisme Profetik", katanya, pekerjaan wartawan itu mewarisi tugas kenabian, dan selayaknya profesi jurnalis juga meniru sifat-sifat kenabian yang terdiri dari siddiq (jujur), amanah (dapat dipercaya), tabligh (menyampaikan pesan) dan fathonah (pintar/cerdas).
Bahkan, lanjut Mas Uki, dalam buku mantan Pimpinan Redaksi LKBN ANTARA dan mantan Direktur LPP RRI itu mengutip firman Allah dalam Al Quran surah Al Kahfi ayat 56 yang berbunyi "Dan kami tidak mengutus para Rasul, melainkan untuk menyampaikan kabar gembira dan sebagai pemberi peringatan".
"Saya yakin, Bapak Parni Hadi tidak sedang menyamakan wartawan dengan nabi, tapi dari pernyataan ini beliau ingin menggugah kesadaran para wartawan untuk menjalankan pekerjaan kewartawanan itu dengan niat hati yang mulia, sebagaimana tugas kenabian," tuturnya.
Dalam kesempatan itu, ia juga berharap kepada peserta sosialisasi turut berkontribusi bagaimana menjaga agar jurnalistik berjalan dengan baik dan sehat, salah satunya dengan menjaga diri dari perbuatan melanggar aturan, sehingga tidak menggoda wartawan untuk mengabarkan kabar negatif kepada masyarakat.
"Bapak dan ibu, selemah-lemahnya iman itu saling mendoakan, dan kalau bertemu dengan teman-teman wartawan, saling mengingatkan, bahwa pekerjaan jurnalistik itu sangat mulia dan jangan dinodai dengan kegiatan-kegiatan yang justru merusak nilai-nilai pengabdian dari pekerjaan sebagai wartawan," kata Mas Uki.
Sementara itu, anggota Komisi E DPRD Jawa Timur, Zainiye menyampaikan kegiatan sosialisasi bekerja sama dengan PWI Situbondo itu untuk memberikan literasi jurnalistik, salah satunya mengenai aturan yang mengikat profesi wartawan.
"Literasi jurnalistik ini akan menambah wawasan masyarakat tentang kerja wartawan mulai menghimpun data hingga menjadi sebuah berita. Mari kita dukung pers yang menjunjung tinggi kejujuran, keadilan dan keberimbangan yang berpedoman pada UU 40/1999 tentang Pers," katanya.
Wakil Bupati Situbondo Ulfiyah yang juga hadir dalam kegiatan itu menyampaikan terima kasih kepada anggota DPRD Jatim Zainiye karena terus memberikan perhatiannya, yang pada saat ini kepada dunia jurnalistik.
"Kemarin-kemarin perhatian pada dunia pendidikan yang tiada henti, baik dari PAUD, TK, RA. Semoga acara ini menjadi penguat kepada kita semua di era teknologi makin maju," tuturnya.
Ketua PWI Situbondo Diana menambahkan, Persatuan Wartawan Indonesia harus bersinergi dengan pemangku kebijakan termasuk DPRD dalam memberikan edukasi kepada masyarakat, salah satunya terkait dengan aturan wartawan dalam bekerja.
"Kami akan terus bersinergi dengan pemerintah daerah, DPRD, kepolisian, kejaksaan, termasuk dengan ormas, untuk mendukung kami mengedukasi kepada publik," katanya.
Pewarta: Novi Husdinariyanto
Editor : Vicki Febrianto
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.