Jumat, 17 Juli 2026 - 09:12 WIB
VIVA – FIFA resmi menunjuk Slavko Vincic untuk memimpin laga Spanyol melawan Argentina di final Piala Dunia 2026. Wasit asal Slovenia itu memiliki rekam jejak kontroversial hingga pernah ditahan polisi.
Baca Juga
Pada Jumat (17/7/2026), FIFA resmi mengumumkan penunjukan Vincic sebagai wasit yang akan memimpin final Piala Dunia 2026. Dia akan ditemani oleh dua asistennya asal Slovenia, Tomas Klancnik dan Andraz Kovacic.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Bersama dengannya, dua wasit asal Yordania, yaitu Adham Makhadmeh dan Mohammad Alkalaf, bertugas sebagai pembantu. Makhadmeh menjadi ofisial keempat selagi Alkalaf menjadi asisten wasit cadangan.
Baca Juga
Vincic telah memimpin tiga laga di Piala Dunia 2026 ini. Dia memimpin duel Brasil melawan Maroko, kemudian Yordania melawan Aljazair, dan juga Meksiko kontra Ekuador.
Baca Juga
Dari ketiga laga tersebut, tidak ada kontroversi yang mencuat. Namun, Vincic mencuri perhatian di pertandingan Meksiko kontra Ekuador.
Dia memberikan kartu merah kepada Piero Hincapie dari Ekuador. Sang bek Arsenal diusir Vincic setelah berkonfrontasi dengan Santiago Gimenez dengan menutup mulutnya.
Namun demikian, penunjukan Vincic diprotes media Spanyol, Archivo VAR. Menurutnya, performa wasit asal Slovenia itu sangatlah buruk di Eropa pada musim ini.
“Resmi. FIFA mempermainkan seluruh dunia dan menunjuk Slavko Vincic sebagai wasit final Piala Dunia antara Spanyol dan Argentina,” demikian klaimnya di media sosial X.
“Wasit Slovenia itu mengalami musim yang buruk di Eropa, kehilangan kendali atas pertandingan ketika intensitasnya meningkat,” sambungnya.
Salah satu kontroversi yang mencuat di bawah pengawasan Vincic adalah ketika Real Madrid bermain menghadapi Bayern Munich di perempat final Liga Champions musim ini. Dia memberikan kartu kuning kedua kepada Eduardo Camavinga.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Pada menit ke-78, Camavinga mendapatkan kartu kuning pertamanya karena menahan lawan. Namun, di menit ke-86, dia melakukan tindakan jahil dengan menjauhkan bola.
Camavinga melakukan kartu kuning kedua karena hal itu dan itu mengubah permainan. Sebab, pada saat itu, Madrid sedang unggul 3-2 yang mana akan membawa duel ke perpanjangan waktu karena agregat sama kuat 4-4.
Halaman Selanjutnya
Namun demikian, keunggulan jumlah pemain berhasil dimanfaatkan oleh Bayern Munich. Gol-gol Luis Diaz dan Michael Olise membalikkan skor menjadi 4-3 untuk Bayern, yang lolos 6-4 secara agregat.