Jakarta, CNBC Indonesia - Andy Burnham resmi menjabat sebagai Perdana Menteri (PM) baru Inggris pada Senin (20/7/2026). Dirinya langsung mengumumkan agenda kebijakan pertamanya, yakni berjanji mengakhiri persoalan tunawisma yang hidup di jalanan di seluruh negeri.
Janji itu menjadi sorotan karena Burnham sebelumnya gagal mencapai target serupa saat menjabat sebagai Wali Kota Greater Manchester.
Dalam pidato singkatnya, sebagaimana dilansir The Guardian, Burnham memang hanya menyampaikan versi ringkas dari pidato kemenangan yang lebih panjang setelah terpilih sebagai pemimpin Partai Buruh pada Jumat lalu. Namun, pidato tersebut memuat dua hal yang paling mencolok.
Pertama adalah pengumuman kebijakan untuk mengakhiri praktik tidur di jalanan. Langkah ini dinilai berani mengingat Burnham pernah menetapkan target yang sama di Greater Manchester tetapi tidak berhasil mencapainya.
Bahkan, media lokal The Mill melaporkan bahwa jumlah tunawisma yang tidur di jalanan di kota tersebut justru terus meningkat dalam empat tahun terakhir.
Pada Senin pagi, Burnham mengunjungi sebuah pusat penanganan tunawisma dan memberikan wawancara kepada media. Saat ditanya mengapa ia kembali menjanjikan penghapusan tunawisma secara nasional padahal gagal melakukannya di Manchester, Burnham memberikan penjelasan.
Ia mengatakan Manchester sempat berhasil menurunkan jumlah tunawisma, tetapi angka tersebut kembali meningkat akibat faktor-faktor di luar kendalinya.
"Kami menjalankan program bernama A Bed Every Night. Dan kami mendanainya melalui berbagai cara."
Menurut Burnham, keberhasilan Manchester tidak bisa dipertahankan karena hanya daerah tersebut yang menjalankan program serupa sehingga banyak orang dari kota lain datang ke Manchester.
"Tapi kami menjadi satu-satunya tempat yang melakukannya. Anda tidak akan bisa menurunkan jumlahnya jika hanya satu tempat yang bergerak sementara orang-orang dari kota lain datang ke Manchester."
Ia mengatakan pengalaman tersebut memberinya pelajaran penting bahwa persoalan tunawisma hanya dapat diatasi apabila seluruh wilayah bergerak bersama.
"Jadi pengalaman itu mengajarkan saya bahwa satu-satunya cara adalah melakukannya bersama-sama. Semua bergerak ke arah yang sama, seperti yang kami lakukan saat pandemi karena ketika itu kami memang berhasil membawa orang-orang masuk ke tempat penampungan."
Sikap Burnham juga dinilai berbeda dibanding banyak politisi lain yang biasanya meninggalkan kebijakan yang gagal dijalankan. Dalam kasus ini, ia justru kembali mengusung target yang sama di tingkat nasional.
Pengamat juga menilai Burnham menunjukkan pendekatan yang mengingatkan pada mantan pemimpin Partai Buruh Jeremy Corbyn. Setelah tidak lagi memimpin partai, Corbyn pernah mengungkapkan bahwa apabila memenangkan pemilu 2017, ia juga akan memerintahkan penghapusan tunawisma sejak hari pertama pemerintahannya.
Karena itu, pengumuman Burnham diperkirakan akan mendapat sambutan positif dari kalangan idealis, progresif, serta sayap kiri Partai Buruh. Hal tersebut dinilai dapat membantu menjaga dukungan dari kelompok tersebut apabila nantinya Shabana Mahmood benar-benar ditunjuk sebagai menteri keuangan.
Selain isi kebijakannya, nada pidato Burnham juga menjadi perhatian.
Alih-alih memulai masa jabatannya dengan merayakan kemenangan politiknya, Burnham justru membuka pidato dengan mengakui adanya kegagalan generasi para politisi, termasuk dirinya sendiri.
Pidato tersebut tidak bernuansa suram, tetapi menampilkan sikap rendah hati dan realistis. Sikap itu dinilai sebagai pendekatan yang kemungkinan besar diinginkan, atau setidaknya dibutuhkan, oleh masyarakat Inggris saat ini.
(luc/luc)
Add
as a preferred
source on Google
[Gambas:Video CNBC]