Kerja sama ini merupakan wujud komitmen investasi berkelanjutan yang berdampak langsung pada kesehatan ibu dan anak di Indonesia
Jakarta (ANTARA) - Kementerian Kesehatan menggandeng Pemerintah Federal Jerman dan PT Bayer Indonesia untuk memproduksi secara lokal Suplemen Mikronutrien Ganda (MMS) bagi ibu hamil sebagai upaya menekan angka stunting di Indonesia.
Wakil Menteri Kesehatan Dante Saksono Harbuwono mengatakan di Jakarta, Kamis, bahwa MMS merupakan suplemen khusus ibu hamil berstandar global (UNIMMAP) yang mengandung 15 jenis vitamin dan mineral esensial. Suplemen ini dinilai lebih efektif dibandingkan tablet tambah darah biasa dalam mencegah stunting.
"Kehadiran fasilitas produksi MMS lokal di Cimanggis ini adalah kunci krusial untuk memastikan setiap ibu hamil di pelosok Nusantara mendapatkan nutrisi terbaik secara konsisten," ujar Dante.
Menurutnya, pencegahan stunting membutuhkan kolaborasi lintas sektor yang kuat. Pemerintah menargetkan akses terhadap suplemen MMS berkualitas ini dapat menjangkau seluruh calon ibu di Indonesia secara merata sebagai langkah preventif mewujudkan generasi bebas stunting.
Baca juga: Banyumas gencarkan gerakan ABCDE untuk cegah stunting
Dukungan terhadap program ini juga ditegaskan oleh Menteri Federal Jerman untuk Kerja Sama Ekonomi dan Pembangunan, Reem Alabali Radovan. Menurutnya, kerja sama ini merupakan wujud komitmen investasi berkelanjutan yang berdampak langsung pada kesehatan ibu dan anak di Indonesia.
“Melalui kebijakan pembangunan ini, kami ingin terus membangun jembatan kerja sama yang memberikan dampak langsung bagi kesejahteraan masyarakat di tingkat tapak," kata Reem.
Untuk mendukung program tersebut, PT Bayer Indonesia menginvestasikan Rp99 miliar guna mengembangkan riset dan lini produksi. Saat ini, fasilitas di Cimanggis mampu memproduksi hingga 1,2 miliar tablet MMS per tahun. Kapasitas ini diproyeksikan tidak hanya untuk memenuhi kebutuhan 4,9 juta ibu hamil di Indonesia setiap tahunnya, tetapi juga untuk diekspor ke 42 negara.
Head of Bayer Supply Center Healthcare Cimanggis, Priscilla Silvan Praritza, memastikan kesiapan pihaknya dalam menyediakan MMS berstandar dunia. Selain fokus pada kapasitas produksi kesehatan, fasilitas ini juga mengedepankan operasional yang ramah lingkungan.
Pabrik di Cimanggis kini telah dilengkapi instalasi panel surya atap seluas 1,66 hektare. Fasilitas energi bersih ini mampu menyuplai 43 persen kebutuhan energi operasional pabrik dan memangkas emisi karbon hingga 2.073 ton per tahun.
Baca juga: Apartemen Maggot KKB olah sampah dua hari, dukung ekonomi daerah
Pewarta: Mecca Yumna Ning Prisie
Editor: Sambas
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.