Mudah-mudahan semua ampunan dan doa masyarakat dikabulkan, sehingga hujan segera turun dan kondisi lingkungan kembali membaik
Pontianak (ANTARA) - Ribuan warga Kota Pontianak, Kalimantan Barat bersama Dewan Masjid Indonesia (DMI) Masjid Raya Mujahidin dan Majelis Ulama Indonesia (MUI) melaksanakan salat istisqa di Halaman Masjid Raya Mujahidin, untuk memohon turunnya hujan di tengah kabut asap dampak Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla).
"Hari ini kita bersama ribuan warga melaksanakan salat istisqa dan berdoa bersama di Halaman Masjid Raya Mujahidin memohon hujan yang berkah," kata Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono, di Pontianak, Sabtu.
Salat meminta hujan itu dilakukan di tengah kondisi kualitas udara Kota Pontianak yang memburuk akibat kabut asap dan telah berada pada kategori berbahaya selama empat hari terakhir.
Menurut ia, pelaksanaan salat istisqa menjadi salah satu bentuk ikhtiar masyarakat setelah kondisi kemarau berlangsung lebih dari dua bulan.
"Mudah-mudahan semua ampunan dan doa masyarakat dikabulkan, sehingga hujan segera turun dan kondisi lingkungan kembali membaik," ujar Edi.
Edi menduga memburuknya kualitas udara di Pontianak dipengaruhi asap dari wilayah lain yang terbawa angin menuju Kota Pontianak.
"Kondisi ini membuat kita mempertahankan kebijakan meliburkan kegiatan pembelajaran hingga cuaca dan kualitas udara membaik," kata Edi.
Meski sejumlah kegiatan diliburkan, ia memastikan pelayanan Pemerintah Kota Pontianak tetap berjalan.
"Kita pasti memberikan pelayanan di Pemkot. Tapi kan kita di ruangan. Kalau yang sakit ya melalui WFH," ujarnya.
Edi menegaskan Pemerintah Kota Pontianak telah menetapkan kondisi tersebut sebagai situasi darurat asap dan menyiapkan langkah penanganan untuk melindungi masyarakat.
"Masyarakat juga diimbau harus membatasi aktivitas di luar ruangan selama kualitas udara belum membaik, dan menggunakan masker jika terpaksa harus ke luar," tuturnya.
Sementara itu, warga Pontianak yang mengikuti salat berjemaah, Gheby berharap segera turun hujan, dan aktivitas kembali normal.
"Ini sudah sangat mengganggu aktivitas kita sehari-hari, mata perih, nafas tidak segar. Kita berharap kepada Allah untuk menurunkan hujan secara merata mendapatkan rahmat nya terutama untuk di titik-titik api," katanya.
Baca juga: BNPB perkuat OMC manfaatkan peluang hujan atasi karhutla di Kalbar
Baca juga: BNPB ingatkan warga di wilayah terdampak karhutla gunakan masker
Pewarta: Dedi
Editor: Rini Utami
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.