Richard Lee Ungkap Kondisi Kesehatan Menurun, Sempat Alami Sesak Napas Usai Sidang

Jadi intinya...

  • Richard Lee mengeluh kesehatan menurun drastis, saturasi oksigen rendah, dan berat badan turun.
  • Ia memohon keringanan demi anak autisnya yang sangat membutuhkan kehadirannya.
  • Hakim menolak keringanan, namun mengizinkan Richard berobat dengan pengawalan.

Liputan6.com, Jakarta - Dokter Richard Lee (DRL) mencurahkan isi hatinya kepada Majelis Hakim soal kondisi fisiknya yang terus menurun, i tengah persidangan lanjutan kasusnya di Pengadilan Negeri Tangerang, Kamis (20/8/2026). Richard mengaku berat badannya sudah turun drastis selama menjalani proses hukum. Ia bahkan sempat mengalami kondisi medis darurat hingga harus mendapat bantuan oksigen.

"Kalau boleh saya curhat Yang Mulia, kemarin kita pulang jam 11.30 malam. Besoknya saya digendong ke klinik. Waktu saya cek, itu saturasi oksigen saya 89," ungkap Richard Lee di ruang sidang PN Tangerang, Kamis (20/8/2026).

"Saya dikasih oksigen, sesak napas, saya diminta untuk rujuk. Tapi sampai hari ini rujukan itu nggak pernah ada, badan saya dipaksa sembuh sendiri. Saya sebenarnya sudah turun 5 kilo Yang Mulia," sambungnya.

Tetap Kooperatif

Meski kondisinya tidak fit, Richard menegaskan tetap kooperatif menghadiri setiap jadwal persidangan. Ia menyampaikan hal ini langsung di hadapan majelis hakim.

"Saya sudah datang beberapa kali sidang, dalam keadaan apapun badan saya, saya datang dan saya sangat kooperatif Yang Mulia. Dan saya sangat setia Yang Mulia untuk semua konsekuensi dalam pengadilan saya ini Yang Mulia," ujarnya.

Akui Badan Tidak Terlalu Fit

Ia melanjutkan bahwa sebenarnya kondisi tubuhnya jauh dari baik. "Tapi kalau jujur dengan tubuh saya Yang Mulia, sebenarnya badan saya nggak terlalu fit Yang Mulia," lanjut Richard.

Selain soal kesehatan, Richard juga menyinggung anak ketiganya, Kenzo, yang berusia 7 tahun dan menyandang autisme, sebagai salah satu alasan permohonannya. Ia mengaku menjadi sosok yang selalu dicari sang anak setiap malam.

"Dan yang kedua Yang Mulia, saya punya tiga anak Yang Mulia. Anak saya ketiga namanya Kenzo Yang Mulia, umurnya 7 tahun. Kebetulan anak berkebutuhan khusus Yang Mulia," katanya.

"Saya jaga anak kebutuhan khusus selama 7 tahun, autism Yang Mulia. Yang setiap malam mencari saya dan menanyakan saya Yang Mulia. Dan sampai hari ini Yang Mulia, dia tidak mau ke dokter, tidak mau berobat kalau bukan saya yang nemani Yang Mulia," sambungnya.

Minta Keringanan

Richard pun memohon keringanan kepada majelis demi keluarganya, terutama anak-anaknya yang menurutnya ikut terdampak oleh kasus ini.

"Yang Mulia, kasus ini sebenarnya bukan hanya saya Yang Mulia yang kena Yang Mulia. Kasihan anak saya Yang Mulia sampai juga ikut mengganggu tumbuh kembang anak-anak saya Yang Mulia. Untuk itu Yang Mulia, saya mengetuk pintu nurani Yang Mulia Hakim, mohon untuk dikabulkan," tuturnya.

Diizinkan Berobat

Menanggapi permohonan tersebut, majelis hakim menyatakan belum bisa mengabulkannya dan meminta persidangan tetap dilanjutkan.

"Baik ya. Sebelumnya Majelis sudah bermusyawarah. Sampai saat ini Majelis belum bisa mengabulkan ya. Jadi persidangan ini kita tetap lanjutkan, makanya kita percepat. Itu saja dari Majelis ya. Yang penting jaga kesehatan," ujar hakim.

Meski begitu, hakim mengizinkan Richard Lee untuk berobat dengan didampingi petugas selama masa penahanan. Sidang selanjutnya dijadwalkan pada Rabu, 26 Agustus 2026, untuk agenda pemeriksaan saksi.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

Devano Ambil Peran Ganda di Film Rumah Singgah, Jadi Pemeran Utama dan Pengisi Soundtrack