Bagikan:
JAKARTA - China State Shipbuilding Corp atau CSSC menyerahkan Wontanara kepada raksasa tambang Rio Tinto. Kapal bongkar mandiri itu akan dipakai untuk memindahkan bijih besi dalam proyek Simandou di Guinea, Afrika Barat.
China Daily dikutip Selasa, 21 Juli, menyebut Wontanara dibangun CSSC Chengxi Shipyard dan diserahkan di dermaga galangan Yangzhou pada Selasa. Kapal ini merupakan unit pertama dari lima kapal sejenis yang dipesan Rio Tinto.
CSSC mengklaim Wontanara memegang tiga rekor di kelasnya. Kapal itu memiliki kapasitas angkut terbesar untuk pemindahan muatan di perairan dangkal, proses bongkar muatan tercepat, serta kemampuan berlayar dua arah.
Wontanara memiliki panjang 215 meter, lebar 42 meter, dan kedalaman 14,5 meter. Ruang kargonya berkapasitas 29.000 meter kubik dan mampu membawa 41.800 ton muatan.
BACA JUGA:
Kapal ini menggunakan sistem penggerak diesel-listrik penuh. Mesin diesel menghasilkan listrik yang kemudian dipakai untuk menggerakkan motor kapal.
Sebelum diserahkan, Wontanara menjalani uji laut selama 12 hari di Laut China Timur pada akhir Juni hingga awal Juli.
Kapal bongkar mandiri atau self-unloader dapat menurunkan muatan dengan peralatan yang terpasang di atas kapal. Sistem ini membuat kapal tidak bergantung pada derek, alat pencapit muatan, atau konveyor di darat.
General Manager CSSC Chengxi Shipyard Zhang Xinlong mengatakan pembangunan kapal pertama dimulai pada Mei tahun lalu. Wontanara diselesaikan dalam waktu 14 bulan.
“Pembangunan kapal pertama dimulai pada Mei tahun lalu. Masa penyelesaian selama 14 bulan menunjukkan kemampuan riset dan manufaktur Chengxi yang kuat di bidang ini,” kata Zhang.
Menurut Zhang, Wontanara memiliki tingkat otomatisasi tinggi dan dapat dioperasikan dengan jumlah awak yang sedikit. Manuver kemudi, misalnya, bisa dilakukan oleh seorang operator melalui beberapa tuas kendali.
Kelima kapal akan beroperasi di perairan lepas pantai Guinea. Tugasnya memindahkan bijih besi dari terminal perairan dangkal menuju kapal curah besar yang berlabuh di perairan dalam.
Kapal curah merupakan kapal yang mengangkut muatan dalam jumlah besar tanpa kemasan, seperti bijih besi.
Operasi tersebut menjadi bagian dari rantai pengiriman proyek Simandou. Zhang menyebut proyek itu sebagai salah satu kerja sama ekonomi dan perdagangan penting antara China dan Guinea.
Setelah berproduksi penuh, Simandou diperkirakan memasok bijih besi berkadar tinggi dalam jumlah besar ke pasar global.
Kapal kedua dijadwalkan diserahkan pada Oktober. Seluruh lima kapal pesanan Rio Tinto ditargetkan selesai pada musim panas tahun depan.
Add VOI as a Preferred Source
Follow VOI news updates across Google.
+