Jakarta, CNBC Indonesia - Dua personel BTS, RM dan j-hope, menuai kritik setelah menghadiri konser penyanyi Amerika Serikat Chris Brown di Toronto, Kanada belum lama ini. Kehadiran keduanya menjadi sorotan karena rekam jejak kasus kekerasan terhadap perempuan yang melibatkan Brown.
Kontroversi semakin meluas setelah foto RM dan j-hope bersama Brown di belakang panggung beredar di media sosial. Sejumlah penggemar mempertanyakan keputusan keduanya untuk secara terbuka berinteraksi dengan musisi yang pernah dinyatakan bersalah dalam kasus kekerasan terhadap mantan kekasihnya, Rihanna.
RM dan j-hope menghadiri konser Chris Brown dan Usher di Rogers Stadium, dekat Toronto, pada 12 Agustus 2026. Setelah konser, j-hope membagikan sejumlah foto dan video dari pertunjukan tersebut melalui Instagram Stories.
Sementara itu, Brown mengunggah foto dirinya bersama idol bernama asli Kim Namjoon dan Jung Hoseok itu di belakang panggung. Foto tersebut kemudian menyebar luas dan memicu perdebatan di kalangan penggemar BTS dan lainnya.
Sebagian penggemar menilai persoalannya bukan semata-mata karena RM dan j-hope menonton konser Brown. Kedekatan yang ditampilkan secara publik, termasuk berfoto bersama di belakang panggung, dinilai memiliki konsekuensi berbeda mengingat besarnya pengaruh kedua anggota BTS tersebut.
Sorotan terutama muncul karena sebagian besar basis penggemar BTS merupakan perempuan. Sejumlah warganet mempertanyakan keputusan figur publik dengan jutaan penggemar perempuan untuk secara terbuka berasosiasi dengan Brown, mengingat sejarah kasus kekerasannya terhadap perempuan.
Brown mengaku bersalah pada 2009 atas penyerangan terhadap Rihanna, yang ketika itu merupakan kekasihnya. Kasus tersebut menjadi salah satu kontroversi terbesar dalam perjalanan karier Brown. Ia juga menghadapi sejumlah tuduhan dan perkara hukum lain terkait kekerasan dalam tahun-tahun berikutnya.
Kritik terhadap RM juga dikaitkan dengan sikapnya pada masa lalu mengenai isu misogini dan kesetaraan gender. RM sebelumnya pernah mengakui kritik terhadap sejumlah liriknya yang dianggap misoginis dan berbicara mengenai perlunya mengevaluasi kembali cara ia menulis serta memandang isu tersebut.
Kontroversi terbaru bahkan membuat organisasi nirlaba yang berfokus pada penghapusan kekerasan terhadap perempuan, The Pixel Project, mengambil tindakan. Organisasi tersebut mengumumkan menangguhkan RM tanpa batas waktu dari daftar "16 Male Role Models Helping to Stop Violence Against Women".
RM sebelumnya masuk dalam daftar tersebut pada 2024. The Pixel Project kala itu menyoroti upayanya menghadapi misogini yang terinternalisasi, mendukung perempuan dalam dunia seni, serta menyuarakan penolakan terhadap kekerasan terhadap perempuan.
The Pixel Project mengatakan keputusan itu diambil setelah menunggu sekitar satu pekan untuk melihat apakah RM akan memberikan tanggapan terbuka mengenai kontroversi tersebut.
"Kami tidak pernah mengharapkan panutan laki-laki mana pun, termasuk RM, untuk menjadi sempurna. Bagaimanapun, semua orang adalah manusia," kata organisasi tersebut dalam pernyataannya, dikutip dari The Korea Herald, Jumat (21/8/2026).
Namun, menurut organisasi tersebut, menjadi figur yang bertanggung jawab juga berarti bersedia mempertanggungjawabkan pilihan ketika tindakan yang dilakukan berdampak terhadap orang lain.
The Pixel Project menyebut keputusan RM dan j-hope berfoto bersama Brown setidaknya menunjukkan kurangnya kehati-hatian terhadap dampak lebih luas yang muncul ketika figur terkenal secara terbuka berasosiasi dengan seseorang yang memiliki rekam jejak kekerasan.
Organisasi tersebut mengakui bahwa foto RM dan j-hope bersama Brown tidak serta-merta dapat dianggap sebagai dukungan terhadap kekerasan terhadap perempuan. Namun, popularitas keduanya dinilai secara otomatis memberikan Brown panggung di hadapan jutaan penggemar dan masyarakat luas.
Perdebatan tersebut juga memunculkan pembicaraan mengenai standar berbeda yang diterapkan terhadap selebritas laki-laki dan perempuan. Sejumlah warganet menilai tindakan serupa berpotensi menghasilkan reaksi yang lebih keras apabila dilakukan oleh artis perempuan, sehingga kontroversi ini turut dikaitkan dengan isu privilese gender dalam industri hiburan.
Meski demikian, reaksi penggemar tidak sepenuhnya satu suara. Sebagian membela RM dan j-hope dengan mengatakan bahwa menghadiri konser atau berfoto bersama musisi lain tidak dapat langsung ditafsirkan sebagai dukungan terhadap seluruh tindakan maupun masa lalu orang tersebut.
Ada pula yang menilai RM dan j-hope datang dalam kapasitas mereka sebagai sesama musisi dan menikmati pertunjukan tanpa bermaksud menyampaikan pernyataan mengenai kontroversi pribadi Brown. Hingga berita ini ditulis, RM, j-hope, maupun Big Hit Music belum memberikan pernyataan publik terkait kritik tersebut.
(hsy/hsy)
[Gambas:Video CNBC]