Rabu, 5 Agustus 2026 - 18:54 WIB
Jakarta, VIVA – Manajer Hukum dan Humas RSUP Dr Sardjito Yogyakarta, Banu Hermawan, memberikan penjelasan terkait dugaan komentar nirempati yang ditulis seorang dokter terhadap peserta BPJS Kesehatan, Yurizal Tri Chaerawan, yang kini telah meninggal dunia.
Baca Juga
Banu mengatakan pihak rumah sakit telah mengetahui unggahan yang ramai diperbincangkan di media sosial tersebut. Sorotan publik mengarah pada akun Threads @erudarahaadini milik dr Elda Putri Rahardini yang diduga menuliskan komentar menyindir Yurizal.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Menurut Banu, RSUP Dr Sardjito segera melakukan penelusuran setelah unggahan tersebut menjadi viral.
Baca Juga
Ia menegaskan dr Elda bukan pegawai RSUP Dr Sardjito, melainkan peserta Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) dari Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan (FKKMK) UGM.
"Kami memang mengetahui setelah kita melakukan penelusuran yang dikaitkan dengan Instagram kami. Artinya, Sardjito mengetahui adanya unggahan itu yang di mana memang dilakukan oleh salah satu peserta didik," kata Banu, Rabu 5 Agustus 2026.
Baca Juga
"Jadi, memang bukan pegawai RSUP Dr Sardjito. Dia adalah murni peserta didik. Nah, dalam hal ini, kami memang maturnuwun (berterima kasih) ada aspirasi hingga banjir masukan dari netizen," tambahnya.
Banu mengaku pihak rumah sakit cukup terkejut karena akun media sosial resmi RSUP Dr Sardjito dibanjiri komentar yang mengaitkan kasus tersebut dengan institusinya.
Meski demikian, kata dia, RSUP Dr Sardjito bersama FKKMK UGM akan memberikan penjelasan secara objektif dan menangani persoalan tersebut secara bersama-sama.
"Ini kan peserta didik, nanti kami melakukan kolaborasi dalam penanganan permasalahan ini. Supaya ini nanti menjadi lebih proporsional," terangnya.
Ia menjelaskan, kerja sama antara RSUP Dr Sardjito dan FKKMK UGM akan difokuskan pada penelusuran lebih lanjut terhadap latar belakang unggahan yang dibuat dokter PPDS tersebut.
"Kita tidak melihat potong-potongan, tapi kita akan melihat seperti apa sih sesungguhnya unggahan atau upload-an dari yang bersangkutan di media sosial tersebut," katanya.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Banu menambahkan, pihak rumah sakit akan memanggil yang bersangkutan melalui Tim Pendidikan Bermartabat untuk dimintai klarifikasi sebelum mengambil langkah lebih lanjut.
"Dengan adanya upload-an seperti ini kami ya cukup kaget. Namun demikian kami tidak bisa menjustifikasi seperti apa kondisi itu sehingga kita akan melakukan klarifikasi bersama terlebih dahulu, supaya ini lebih obyektif," tegasnya.
Halaman Selanjutnya
Sebelumnya, Yurizal Tri Chaerawan mengunggah keluhannya di Threads pada 22 Juli 2026. Dalam unggahan itu, ia mengaku telah menunggu sekitar delapan jam tetapi belum memperoleh ruang rawat inap.