AKURAT.CO Pemerintah Rumania akan memanggil Duta Besar Rusia setelah militer negara anggota NATO itu menembak jatuh sebuah drone yang memasuki wilayah udaranya. Insiden tersebut menjadi penembakan drone ketiga dalam tiga hari berturut-turut di tengah meningkatnya ketegangan akibat perang Rusia-Ukraina.
Menteri Pertahanan Rumania Radu Miruta mengatakan, sebuah jet tempur F-16 menembak jatuh drone di atas Laut Hitam pada Minggu. Pesawat tanpa awak itu ditembak sekitar lima menit setelah memasuki wilayah udara Rumania.
"Ini adalah pelanggaran serius terhadap wilayah udara Rumania," kata Miruta dalam pernyataan yang dikutip media setempat.
Rumania sebelumnya telah mengalami puluhan insiden pelanggaran wilayah udara yang melibatkan drone sejak Rusia melancarkan invasi besar-besaran ke Ukraina pada 2022. Namun, hingga Jumat, militer Rumania belum pernah menembak jatuh drone yang masuk ke wilayah udaranya.
Presiden Rumania Nicusor Dan mengatakan, hasil penyelidikan terhadap drone yang ditembak jatuh pada Jumat menunjukkan bahwa pesawat tanpa awak tersebut merupakan drone model Shahed yang digunakan Rusia dalam perang terhadap Ukraina.
Sementara itu, penyelidikan terhadap drone yang ditembak jatuh pada Sabtu dan Minggu masih berlangsung.
Dan menegaskan bahwa pelanggaran wilayah udara Rumania tidak dapat ditoleransi. Menurutnya, wilayah udara Rumania merupakan bagian dari wilayah udara NATO sekaligus Uni Eropa.
"Tidak dapat diterima dan tidak dapat ditoleransi bagi Federasi Rusia untuk terus melanggar wilayah udara Rumania, yang juga merupakan wilayah udara NATO dan Uni Eropa," ujar Dan melalui media sosial X.
Hingga Minggu, pemerintah Rusia belum memberikan komentar resmi terkait insiden tersebut.
Drone Rusia Makin Sering Masuk Wilayah Rumania
Rumania telah berulang kali melaporkan masuknya drone ke wilayahnya selama perang Rusia-Ukraina. Beberapa insiden bahkan menyebabkan kerusakan dan korban luka.
Pada Mei, sebuah drone menghantam gedung apartemen di Galati, wilayah Rumania yang berbatasan dengan Ukraina. Dua orang dilaporkan mengalami luka-luka akibat insiden tersebut.
Sepekan kemudian, sebuah drone angkatan laut Ukraina meledak di pelabuhan Constanta, salah satu pelabuhan penting Rumania di Laut Hitam. Ledakan tersebut tidak menimbulkan korban jiwa.
Kepala Staf Angkatan Darat Rumania sebelumnya juga memperingatkan bahwa serangan Rusia di sekitar pelabuhan Odesa, Ukraina, mengalami peningkatan menjelang musim panen. Kondisi tersebut dinilai semakin menekan jalur energi dan perdagangan penting di kawasan Laut Hitam.
Situasi ini membuat Rumania berada dalam posisi strategis sekaligus rentan karena berbatasan langsung dengan Ukraina dan memiliki garis pantai di Laut Hitam.
Rumania Izinkan Drone Pelanggar Wilayah Udara Ditembak Jatuh
Sebagai respons terhadap meningkatnya ancaman drone, parlemen Rumania pada 2025 mengesahkan undang-undang yang memberikan kewenangan kepada militer untuk menembak jatuh drone yang memasuki wilayah udara negara tersebut.
Langkah tersebut menjadi semakin relevan setelah tiga drone ditembak jatuh dalam kurun waktu hanya tiga hari.
Sumber: France24