Bogor -
Menteri Kebudayaan RI, Fadli Zon mengunjungi Vila Bung Hatta dan Vila Riung Gunung di Kabupaten Bogor. Vila itu menjadi lokasi pernikahan Bung Hatta.
Kunjungan tersebut menjadi langkah strategis Kementerian Kebudayaan untuk meninjau secara langsung kondisi fisik bangunan cagar budaya, sekaligus merumuskan tata kelola revitalisasi destinasi sejarah di kawasan Cisarua, Bogor.
Fadli Zon meninjau Vila Bung Hatta di kawasan Megamendung yang menjadi lokasi pernikahan sederhana Wakil Presiden pertama Indonesia, Mohammad Hatta dengan Rahmi Rachim.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selama peninjauan, Menteri Fadli Zon menjelaskan bahwa Mohammad Hatta bernazar atau berjanji pada dirinya sendiri untuk tidak menikah hingga Indonesia merdeka.
Setelah Indonesia merdeka, Wakil Presiden Indonesia pertama tersebut baru bersedia melangsungkan pernikahan, di mana memori bersejarah itu tersimpan abadi di Vila Bung Hatta melalui foto, buku-buku hingga surat-surat tulisan Mohammad Hatta.
Menbud Fadli pun mendorong percepatan Vila Bung Hatta dari cagar budaya peringkat Kabupaten menjadi peringkat Nasional, karena situs sejarah Vila Bung Hatta ini sangat bermakna dan menjadi tempat Mohammad Hatta untuk bekerja hingga melahirkan gagasan-gagasan besar yang memberikan fondasi bagi perjalanan bangsa Indonesia.
"Di wilayah Puncak ini banyak situs sejarah yang berkaitan dengan tokoh-tokoh bangsa kita. Di wilayah Megamendung misalnya, ada Villa Bung Hatta yang sudah menjadi Cagar Budaya Kabupaten, dan kita harapkan tahun ini juga menjadi Cagar Budaya Nasional," jelas Fadli Zon dalam keterangan resminya, Kamis (20/8/2026).
Setelah Vila Bung Hatta, Menbud juga mengunjungi Vila Riung Gunung. Fadli mengakui selain memiliki pemandangan bentang alam yang asri, Cisarua menyimpan banyak situs bersejarah yang dapat menjadi daya tarik wisata budaya, salah satunya adalah Vila Riung Gunung.
Menteri Kebudayaan Fadli Zon Berkunjung ke Vila Bung Hatta dan Vila Riung Gunung Foto: (dok. Kemenbud)
Untuk melakukan percepatan pemanfaatan potensi tersebut, Menbud Fadli pun mendorong Vila Riung Gunung untuk menjadi Cagar Budaya dan dimanfaatkan untuk memajukan ekonomi berbasis budaya.
"Puncak punya potensi yang luar biasa untuk menjadi destinasi budaya, destinasi kuliner, destinasi sejarah dan juga berbagai wisata lainnya. Termasuk Vila Riung Gunung ini, di mana kita bisa melihat pemandangan Puncak dari satu angle yang berbeda. Tentu adanya Vila Riung gunung ini juga bisa memberi tambahan ilmu bagi masyarakat di sekitar, sehingga semakin banyak lagi wisatawan, pengunjung, baik domestik maupun internasional yang datang ke wilayah Puncak," ungkap Menbud Fadli.
Menurut Menbud, situs sejarah seperti Vila Riung Gunung bukan hanya bangunan statis yang menyimpan cerita masa lalu, namun kehadirannya harus bermanfaat bagi perekonomian masyarakat sekitar.
Fadli pun optimistis bangunan bersejarah tersebut akan semakin banyak menarik minat masyarakat untuk berkunjung, khususnya generasi muda.
"Bangunan karya arsitektur ini dibangun supaya kita tidak melupakan perjalanan bangsa ini, sehingga harus kita rawat. Untuk itu, Kementerian Kebudayaan melakukan restorasi, revitalisasi, renovasi terhadap bangunan-bangunan cagar budaya maupun bangunan yang diduga sebagai cagar budaya. Vila Riung Gunung ini juga harus dikembalikan ke tujuan aslinya, sebagai semangat yang menunjukkan kecintaan pada budaya bangsa kita," pungkas Menteri Kebudayaan.
(wsw/ddn)