Strategi ini tidak hanya memperluas jangkauan layanan Bank Sampoerna, tetapi juga memacu pertumbuhan bisnis para mitra bisnis, mendorong UMKM naik kelas, dan mempermudah masyarakat mengakses layanan perbankan.
Baca Juga: Bank Sampoerna Perluas Akses Pembiayaan Multiguna melalui PDaja.com
Dampak positif itu tercermin dari penghargaan yang baru diraih Bank Sampoerna dalam ajang Prima Awards 2026 yang diselenggarakan oleh PT Rintis Sejahtera, di Nusa Dua, Bali, pada Kamis, 6 Agustus 2026.
Dalam ajang ini, Bank Sampoerna berhasil meraih tiga penghargaan, di antaranya Platinum Awards untuk Best Acquiring Bank All Features, Best Acquiring Digital Payment Channels, dan Best Transaction Growth All Channels.
Direktur Information Technology Bank Sampoerna, Hendra Rahardja, menyampaikan bahwa upaya transformasi digital yang konsisten kini memasuki babak baru. Hal ini ditandai dengan meningkatnya jumlah mitra strategis yang memercayakan infrastruktur pembayaran mereka kepada Bank Sampoerna.
Capaian positif ini mencerminkan komitmen Bank Sampoerna dalam mengintegrasikan misi pemberdayaan UMKM dengan pertumbuhan bisnis berkelanjutan berbasis digital.
“Kami tetap memegang teguh esensi sebagai bank yang terus mendorong UMKM bertumbuh. Ekosistem digital ini justru semakin mendukung UMKM naik kelas melalui akses pendanaan dan transaksi harian yang semakin mudah. Di sisi lain, Bank Sampoerna berkomitmen penuh menyediakan infrastruktur pembayaran yang andal, aman, dan dapat diandalkan oleh para mitra,” ujar Hendra.
Melalui kerja sama strategis berbasis layanan BaaS, Bank Sampoerna menggandeng lebih dari 50 perusahaan fintech, multifinance, koperasi, dan institusi keuangan lainnya. Integrasi ini memungkinkan para nasabah dari tiap mitra menikmati kemudahan transaksi setara dengan layanan perbankan formal.
Keputusan strategis ini membuahkan hasil yang signifikan. Sepanjang kuartal II-2026, layanan BaaS Bank Sampoerna mencatatkan lebih dari 906 juta transaksi, melonjak 513,3% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang berada di angka 147 juta transaksi.
Sementara itu, total volume transaksi hingga akhir Juni 2026 mencapai Rp168 triliun, meroket 187% dari Rp58,7 triliun pada Juni 2025.
Digital Initiative, Fintech, & Partnership Division Head, Wibiyanto Cahyadi, menambahkan bahwa sebagai bagian dari upaya memperkuat ekosistem digital, Bank Sampoerna menyediakan beragam layanan keuangan berbasis API SNAP (Application Programming Interface) yang dapat diakses dan diintegrasikan oleh mitra sesuai dengan kebutuhan bisnis.
Melalui pendekatan ini, mitra dapat menghubungkan sistem mereka secara langsung dengan layanan perbankan Bank secara aman, cepat, dan efisien.
Layanan tersebut mencakup Virtual Account Host-to-Host, transfer dana secara real-time, QRIS, kartu ATM/Debit, Open Banking, serta berbagai solusi transaksi lainnya yang dirancang untuk mendukung kebutuhan pembayaran dan pengelolaan transaksi mitra secara lebih mudah dan terintegrasi.
Ke depan, Bank Sampoerna akan terus mengembangkan kapabilitas Banking-as-a Service (BaaS). Kapabilitas tersebut menjadi bagian dari strategi Bank untuk berperan lebih jauh sebagai mitra finansial terpercaya yang berorientasi pada nasabah.
Pendekatan ini memungkinkan mitra menghadirkan pengalaman layanan keuangan yang lebih seamless kepada pengguna sekaligus membuka akses terhadap layanan perbankan yang lebih inklusif, termasuk bagi pelaku UMKM yang menjadi bagian penting dari Bank Sampoerna.
“Bank Sampoerna akan menjadikan pencapaian ini sebagai motivasi untuk terus berkembang dan memberikan layanan terbaik. Kami percaya bahwa inovasi yang berkelanjutan dan kolaborasi yang kuat merupakan kunci untuk menciptakan solusi finansial menyeluruh yang diharapkan mampu memberikan manfaat lebih luas dan nilai tambah bagi nasabah,” tutur Wibi.