Bandung (ANTARA) - Tim SAR gabungan mengevakuasi seorang penumpang rombongan umroh yang terjepit dalam kecelakaan Bus PO Putra RB bernomor polisi B 7858 ZAA di Jalan Raya Nagreg, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Jumat dini hari.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Bandung (Basarnas Bandung) Ade Dian Permana mengatakan kecelakaan tersebut terjadi sekitar pukul 00.25 WIB dan informasi kejadian diterima pihaknya pada pukul 01.55 WIB.
"Setelah menerima informasi kejadian, tim Rescue Kantor SAR Bandung segera diberangkatkan menuju lokasi untuk mendukung proses evakuasi," kata Ade dalam keterangan yang diterima di Bandung, Jumat.
Menindaklanjuti laporan tersebut, satu tim Rescue Kantor SAR Bandung diberangkatkan menuju lokasi pada pukul 02.05 WIB.
Setibanya di lokasi, tim bersama unsur SAR gabungan langsung melakukan evakuasi terhadap korban yang terjepit di dalam bus.
Pada pukul 03.00 WIB, petugas berhasil mengevakuasi korban bernama Lilis Sugesti (52) dalam kondisi meninggal dunia.
Korban kemudian dibawa ke RSUD Cikopo Cicalengka untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.
Berdasarkan data yang dihimpun, kecelakaan tersebut melibatkan 14 orang. Sebanyak 13 orang dinyatakan selamat, sedangkan satu orang meninggal dunia.
Ade mengapresiasi sinergi seluruh unsur yang terlibat dalam penanganan kecelakaan tersebut, termasuk Basarnas, Damkar Kabupaten Bandung, kepolisian, tenaga medis, dan unsur SAR gabungan lainnya.
"Berkat sinergi yang baik antara Basarnas, Damkar Kabupaten Bandung, kepolisian, tenaga medis, dan seluruh unsur SAR gabungan, korban yang terjepit berhasil dievakuasi. Kami turut berduka cita yang sedalam-dalamnya kepada keluarga korban yang meninggal dunia," ujarnya.
Setelah seluruh korban berhasil dievakuasi dan tidak ada lagi korban yang membutuhkan pertolongan, pada pukul 03.30 WIB dilakukan debriefing dan evaluasi operasi.
Operasi SAR kemudian diusulkan ditutup dan seluruh unsur yang terlibat dikembalikan ke satuan masing-masing.
Pewarta: Ilham Nugraha
Editor : Riza Fahriza
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.