Sekolah Rakyat Medan: Membangun karakter demi masa depan siswa - ANTARA News Sumatera Utara

Medan (ANTARA) - Para siswa dari berbagai jenjang pendidikan tampak menyimak materi dalam program Taruna Mengajar di Sekolah Rakyat Terintegrasi 2 Kota Medan, Sumatera Utara, pada 3-7 Agustus 2026.

Suasana belajar di kompleks sekolah seluas enam hektare itu terasa berbeda. Sebagian materi disampaikan di ruang terbuka sehingga menciptakan suasana belajar yang lebih nyaman dan menyenangkan.

Para taruna dari Magelang memberikan berbagai materi. Salah satunya bagi siswa SMA ialah penguatan nilai-nilai kebangsaan dalam kehidupan sehari-hari. Para siswa diajak memahami pentingnya disiplin, tanggung jawab, saling menghormati, serta mencintai bangsa dan negara. 

Penyampaian materi dikemas secara interaktif dengan memanfaatkan media audiovisual lewat televisi. Melalui tayangan tersebut, para siswa diajak memahami berbagai contoh perilaku positif, seperti menghormati guru, menghindari perundungan, membantu teman, menjaga kebersihan lingkungan, serta berbakti kepada orang tua. 

Antusiasme para siswa semakin meningkat ketika para instruktur memotivasi mereka untuk belajar sungguh-sungguh. Apa yang dipelajari selama kegiatan itu diharapkan menjadi bekal bagi mereka dalam menempuh pendidikan maupun kehidupan bermasyarakat. 

Melalui pendekatan yang interaktif dan komunikatif, para taruna mendorong siswa untuk membangun kedisiplinan, bekerja sama, dan tidak mudah menyerah menghadapi berbagai tantangan.

Manfaat itu dirasakan Aldino (17) dan Bima (18), siswa kelas XI SMA. Mereka menilai kegiatan tersebut memberikan banyak manfaat dan membantu membentuk karakter menjadi lebih baik.

"Materi yang disampaikan sangat baik. Pengetahuan kami bertambah, dan dapat diterapkan di lingkungan sekolah maupun di rumah," kata Bima.

Hal senada disampaikan Hanif (16). Dia menilai materi yang diberikan para taruna sangat bermanfaat, terlebih setelah sebelumnya mengikuti Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS).

Menumbuhkan kepercayaan diri

Siswa Sekolah Rakyat berasal dari keluarga prasejahtera yang masuk kelompok desil 1 dan desil 2. Sebagian dari mereka bahkan sempat putus sekolah karena orang tua tidak mampu membiayai pendidikan.

Sekolah Rakyat Terintegrasi 2 Kota Medan, Sumatera Utara. (ANTARA/M.Sahbainy Nasution).

Wakil Kepala Sekolah Bidang Sarana, Prasarana, dan Kesiswaan SD dan SMA di Sekolah Rakyat Terintegrasi Kota Medan Lastiar Pasaribu mengatakan sebagai kelanjutan dari MPLS, Program Taruna Mengajar memperluas akses terhadap pendidikan berkualitas. Program tersebut merupakan kolaborasi antara Kementerian Sosial dan Kementerian Pertahanan.

"Kegiatan itu juga bertujuan menanamkan karakter, kedisiplinan, nasionalisme, semangat gotong royong, dan bela negara. Para taruna juga menjadi mentor bagi siswa di asrama," katanya.

Menurut Lastiar, pendidikan karakter mulai membawa perubahan positif bagi para siswa. Orang tua mengaku senang melihat anak-anak mereka menjadi lebih sopan, rajin beribadah, peduli terhadap keluarga, dan lebih menghargai orang lain.

Konsep abang asuh dan adik asuh di Sekolah Rakyat juga menumbuhkan kepedulian antarsiswa sehingga mereka terbiasa saling membantu dalam kehidupan sehari-hari.

Lastiar menambahkan, sistem pendidikan berasrama dengan jadwal kegiatan yang teratur, mulai dari bangun tidur, beribadah, sarapan, hingga belajar, turut membentuk kebiasaan disiplin para siswa.

Bagi siswa Sekolah Rakyat, program Taruna Mengajar bukan sekadar pelengkap kegiatan belajar mengajar. Program itu menjadi bekal untuk membentuk sikap, pola pikir, serta kebiasaan positif yang akan mereka bawa hingga dewasa.

Bekal masa depan

Akademisi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Sumatera Utara Agus Suriadi menilai program yang berfokus pada kepribadian dapat membantu siswa mengembangkan potensi diri sekaligus menumbuhkan rasa percaya diri sebagai bekal menghadapi masa depan.

Menurut dia, salah satu nilai yang penting ditanamkan ialah kemandirian. Sikap tersebut akan membantu siswa berpikir kritis, mengambil keputusan secara tepat, serta bertanggung jawab atas setiap tindakan.

"Dengan menanamkan kemandirian, siswa akan lebih mampu menghadapi tantangan hidup dan berupaya memutus rantai kemiskinan antargenerasi," katanya.

Menurut Agus, sistem pendidikan berasrama juga efektif membentuk kedisiplinan, tanggung jawab, dan kemandirian siswa. Kehidupan di asrama mengajarkan mereka mengatur waktu, menjaga kebersihan, serta saling menghormati.

"Pengalaman tersebut membentuk karakter mereka sekaligus menciptakan lingkungan belajar yang saling mendukung," tuturnya.

Dia menilai pembentukan karakter di Sekolah Rakyat perlu diperkuat melalui keterlibatan keluarga dan masyarakat agar nilai-nilai yang diajarkan di sekolah tetap diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Kolaborasi dengan orang tua, penyuluhan pendidikan karakter, serta berbagai kegiatan sosial menjadi langkah penting agar pembinaan berlangsung secara berkelanjutan.

Agus juga menilai kehadiran Sekolah Rakyat berpotensi mempercepat pengentasan kemiskinan melalui peningkatan akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu sehingga kualitas sumber daya manusia dapat terus meningkat.

Pandangan itu sejalan dengan komitmen pemerintah dalam mengembangkan Sekolah Rakyat. Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono mengatakan program tersebut merupakan upaya pemerintah untuk memastikan setiap anak memiliki kesempatan yang sama meraih masa depan. 

"Yang kita bangun di sini bukan hanya fisik. Yang kita bangun adalah masa depan. Kita ingin memastikan anak-anak dari keluarga yang membutuhkan perhatian dan bantuan secara ekonomi tetap memiliki kesempatan yang sama untuk meraih cita-cita mereka," katanya.

Bagi Aldino, Bima, Hanif, dan ratusan siswa di Sekolah Rakyat itu, akses terhadap pendidikan yang sebelumnya sulit mereka peroleh, sekarang disertai pembinaan karakter sebagai bekal menatap masa depan. Kesempatan itu diharapkan menjadi jalan untuk memutus rantai kemiskinan antargenerasi.

Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Sekolah Rakyat Medan: Membangun karakter demi masa depan siswa

Pewarta: M. Sahbainy Nasution
Editor : Juraidi

COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.