AKURAT.CO Serangkaian serangan Rusia di berbagai wilayah Ukraina menewaskan sedikitnya 19 orang dan melukai lebih dari 130 lainnya pada Jumat. Salah satu serangan paling mematikan terjadi di sebuah pusat perbelanjaan di Kryvyi Rih, wilayah Dnipropetrovsk.
Menurut Layanan Darurat Negara Ukraina, serangan terhadap pusat perbelanjaan tersebut menewaskan 15 orang dan menyebabkan lebih dari 130 orang terluka, termasuk 23 anak-anak. Sebelumnya, kepala administrasi militer regional melaporkan 14 korban tewas dan 121 orang terluka.
Serangan lainnya terjadi di wilayah selatan Mykolaiv. Menteri Dalam Negeri Ukraina Ivan Vyhivskyi mengatakan, empat orang tewas dalam serangan Rusia yang memicu kebakaran di sebuah toko, apotek, dan kantor pos.
Zelenskyy Kecam Serangan Rusia
Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy mengecam keras serangkaian serangan tersebut. Ia menyebut serangan Rusia sebagai tindakan yang “despicable” atau tercela.
“Serangan-serangan ini, setidaknya, merupakan tindakan teror,” kata Zelenskyy melalui unggahan di X.
Zelenskyy juga menyerukan negara-negara di seluruh dunia untuk meningkatkan tekanan terhadap Rusia dan memastikan Moskow dimintai pertanggungjawaban atas serangan tersebut.
Serangan Infrastruktur Ukraina Meningkat
Serangan terbaru ini terjadi ketika perang Rusia-Ukraina memasuki tahun kelima dan eskalasi kembali meningkat dalam beberapa bulan terakhir.
Serangan Rusia tidak hanya menyasar kawasan permukiman, tetapi juga fasilitas ekonomi dan infrastruktur penting Ukraina. Sejumlah pelabuhan serta fasilitas penyimpanan gandum turut menjadi sasaran dalam gelombang serangan.
Situasi tersebut semakin memperumit upaya diplomatik untuk mengakhiri perang.
Pembicaraan damai yang dimediasi Amerika Serikat sejauh ini belum menghasilkan terobosan berarti. Salah satu hambatan utama adalah kedua pihak masih belum bersedia melakukan konsesi terkait wilayah yang disengketakan.
Korban Sipil Ukraina Terus Bertambah
Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mencatat peningkatan tajam korban sipil di Ukraina sepanjang 2026.
Jumlah warga sipil yang tewas maupun terluka dalam empat bulan pertama 2026 meningkat 21 persen dibandingkan periode yang sama pada 2025.
Angka tersebut menunjukkan bahwa di tengah mandeknya negosiasi perdamaian, warga sipil Ukraina masih menghadapi risiko besar akibat intensifikasi serangan.
Serangan terhadap pusat perbelanjaan di Kryvyi Rih menjadi salah satu episode terbaru yang kembali menyoroti besarnya dampak perang terhadap masyarakat sipil.
Sumber: Sana