Jakarta -
Buat para anak kereta alias anker, naik KRL kini punya keseruan tambahan. Sejak 24 Agustus 2026, ada program Stamp Railly yang mengajak pengguna berburu stempel di sejumlah stasiun Jabodetabek.
Program ini cocok buat mereka yang suka mengeksplorasi stasiun sekaligus mengoleksi sesuatu dari perjalanan. Bukan cuma naik kereta dari satu titik ke titik lain, anker kini punya misi tambahan, yaitu mengumpulkan stempel sebanyak-banyaknya.
Stamp Railly merupakan program kolaborasi antara KAI dan KAI Commuter Indonesia (KCI). Kegiatan ini sekaligus menjadi bagian dari rangkaian perayaan HUT RI. Konsepnya cukup sederhana. Peserta perlu memiliki buku passport khusus Stamp Railly yang kemudian digunakan untuk mengumpulkan stempel dari stasiun-stasiun yang telah ditentukan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Buku passport tersebut bisa dibeli di loket pada sepuluh stasiun yang menjadi lokasi Stamp Railly. Buku itu dibanderol dengan harga Rp 60.000. Setelah mendapatkannya, peserta tinggal mendatangi stasiun yang dituju dan mengisi passport dengan stempel yang tersedia.
10 stasiun yang menjadi lokasi Stamp Railly ini tersebar di berbagai wilayah Jabodetabek, yaitu:
Dengan begitu, peserta bisa sekalian menjadikan aktivitas berburu stempel sebagai alasan untuk menjelajahi berbagai rute KRL. Public Relations Manager KAI Commuter Indonesia, Leza Arlan, mengatakan program tersebut dibuat untuk memberikan pengalaman berbeda kepada pengguna KRL maupun masyarakat yang memang tertarik mengikuti kegiatan ini.
"Untuk memberikan experience kepada pengguna sekaligus yang punya minat, biar lebih seru," ujar Leza kepada detikTravel saat ditemui beberapa hari lalu.
Menurutnya, Stamp Railly juga menjadi cara untuk membuat perjalanan menggunakan transportasi publik terasa lebih menarik. Peserta tidak sekadar berpindah dari satu stasiun ke stasiun lain, tetapi memiliki aktivitas yang bisa dilakukan selama perjalanan.
Menariknya, program ini tidak berhenti dalam waktu dekat. Stamp Railly direncanakan berlangsung hingga 2027 dan nantinya akan diperluas ke luar wilayah Jabodetabek.
Namun karena masih terbilang baru, pihak KAI Commuter Indonesia juga akan melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan program ini. Salah satu masukan yang sudah muncul berkaitan dengan harga buku passport dan isinya yang masih berupa kertas kosong.
"Nanti akan saya sampaikan karena ini kan baru launching, artinya akan ada evaluasi," kata Leza.
Buat anker yang gemar eksplorasi, Stamp Railly ini bisa jadi alasan baru untuk sesekali turun di stasiun yang berbeda. Siapkan passport, tentukan rute, lalu mulai perburuan stempelnya!