Shalat Istisqa, Shalahuddin ajak masyarakat bermunajat memohon hujan

Shalat Istisqa, Shalahuddin ajak masyarakat bermunajat memohon hujan

Minggu, 30 Agustus 2026 13:38 WIB

Image Print

Bupati Barito Utara Shalahuddin menyampaikan sambutan sebelum pelaksaaan Shalat Istisqa di halaman kantor bupati setempat, Muara Teweh, Minggu (30/8/2026). ANTARA/Dokumen Pribadi

Muara Teweh (ANTARA) - Bupati Barito Utara, Kalimantan Tengah, Shalahuddin bersama para tokoh agama, tokoh masyarakat, alim ulama dan masyarakat melaksanakan shalat Istisqa sebagai ikhtiar dan doa untuk memohon turunnya hujan yang membawa keberkahan bagi seluruh masyarakat.

“Hari ini kita datang bukan dengan kesombongan, bukan pula dengan merasa bahwa kita memiliki segala daya dan kemampuan. Kita datang dengan hati yang tunduk, tangan yang terangkat dan doa yang dipanjatkan kepada Allah SWT,” kata Shalahuddin di Muara Teweh, Ahad.

Hal itu disampaikan dia, pada Shalat Istisqa dilaksanakan di halaman Pemerintah Kabupaten Barito Utara diikuti jajaran pemerintah daerah, Kepala Kantor Kementerian Agama, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) setempat KH Rusmadi Darsani, para habib, alim ulama, ustaz serta jamaah yang hadir masyarakat.

Shalahuddin mengatakan, pelaksanaan shalat Istisqa merupakan bentuk kerendahan hati dan pengakuan bahwa manusia memiliki keterbatasan, sedangkan hujan merupakan rahmat dan kuasa Allah SWT.

Air hujan, kata dia, memiliki peranan penting bagi kehidupan manusia, hewan, tumbuh-tumbuhan, pertanian, sungai dan seluruh makhluk ciptaan Allah SWT. Kondisi kemarau panjang juga dapat meningkatkan risiko terjadinya kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

"Kebakaran yang terjadi pada kondisi alam yang kering dapat dengan cepat meluas. Asap yang ditimbulkan juga berpotensi mengganggu aktivitas masyarakat, kesehatan, transportasi, pendidikan, perekonomian serta kualitas kehidupan masyarakat," katanya.

Shalahuddin mengatakan, melalui momentum shalat Istisqa ini diharapkan menjadi kesempatan bagi seluruh masyarakat untuk melakukan muhasabah, memperbanyak istighfar, memperbaiki hubungan dengan Allah SWT, sesama manusia dan lingkungan.

“Kita memohon kepada Allah SWT agar musim kemarau yang panjang segera berakhir dan menurunkan hujan yang membawa keberkahan untuk kita semua,” katanya.

Ia juga berharap hujan yang turun nantinya dapat membasahi tanah, mengisi kembali sungai dan sumber-sumber air, menyuburkan tanaman serta membantu memadamkan titik-titik api sehingga kebakaran hutan dan lahan dapat segera berhenti.

Pada kesempatan tersebut, masyarakat juga diimbau untuk bersama-sama mencegah terjadinya karhutla. Masyarakat diminta tidak membuka lahan dengan cara membakar, segera melapor apabila menemukan titik api, tidak membakar sampah sembarangan di kawasan kering serta tidak membuang puntung rokok di sembarang tempat.

“Segera laporkan kepada aparat desa, kepolisian atau instansi berwenang jika menemukan titik api atau kebakaran,” tegasnya.

Dia mengajak seluruh jamaah untuk bermunajat kepada Allah SWT agar segera diberikan hujan yang menjadi keberkahan bagi masyarakat Barito Utara.

Selain memohon turunnya hujan, doa juga dipanjatkan agar masyarakat diberikan kesehatan, umur panjang, rezeki yang berlimpah dan berkah, kemudahan dalam segala urusan dunia maupun akhirat serta keselamatan dan kebahagiaan.

“Kita juga berdoa agar anak-anak dan cucu-cucu kita menjadi anak yang saleh dan salehah, diberikan kesuksesan, kesehatan, keselamatan, kemuliaan dan kebahagiaan di dunia dan akhirat. Semoga ketika kita mengakhiri hidup, kita menutup mata dalam keadaan husnul khatimah,” demikian Shalahuddin.

Baca juga: Shalahuddin nikmati suasana sore di Sungai Barito yang surut

Ketua MUI Barito Utara Rusmadi Darsani mengatakan shalat istisqa atau shalat sunah untuk memohon turunnya hujan dilaksanakan sebagai bentuk ikhtiar dan doa bersama kepada Allah SWT di tengah kondisi kekeringan serta kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan.

"Pada pelaksanaan shalat sunah ini pentingnya melakukan muhasabah diri, memperbanyak istighfar dan bertobat kepada Allah SWT," katanya dalam khutbah shalat Istisqa.

Rusmadi menjelaskan, pelaksanaan shalat Istisqa diharapkan menjadi momentum bagi seluruh masyarakat untuk meningkatkan ketakwaan sekaligus melakukan introspeksi atas berbagai hal yang telah dilakukan.

Selain memohon hujan, doa juga dipanjatkan agar kebakaran hutan dan lahan yang menimbulkan asap serta mengganggu aktivitas masyarakat segera berakhir.

Pewarta : Kasriadi
Uploader: Admin 2
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.