Sinergi Telkom-Danantara Buka Peluang Pertumbuhan Bisnis Enterprise hingga 30%

Lebih lanjut, Veranita menjelaskan bahwa berbagai solusi digital seperti AI, cloud, data center, managed services, Internet of Things (IoT), hingga cyber security membutuhkan konektivitas yang tangguh, aman, dan berkapasitas tinggi agar dapat berjalan optimal. Karena itu, Telkom terus memperkuat bisnis enterprise agar mampu menghadirkan layanan digital yang terintegrasi sekaligus menjadi mitra strategis bagi pelanggan dalam memenuhi kebutuhan transformasi mereka.

Saat ini, kontribusi bisnis enterprise terhadap pendapatan Telkom mencapai sekitar 11% atau senilai Rp19 triliun. Kontribusi tersebut masih memiliki ruang yang besar untuk ditingkatkan, mengingat pada sejumlah perusahaan telekomunikasi global, bisnis enterprise dapat menyumbang 20%–30% atau lebih terhadap total pendapatan. Hal ini menunjukkan adanya peluang bagi Telkom untuk terus mengembangkan bisnis enterprise sebagai salah satu sumber pertumbuhan ke depan.

“Dengan transformasi yang tepat, kami optimistis Telkom Enterprise memiliki potensi untuk tumbuh lebih kuat, meningkatkan profitabilitas, sekaligus menjadi salah satu motor pertumbuhan Telkom ke depan,” jelas Veranita.

Langkah transformasi tersebut dilakukan Telkom melalui penyederhanaan proses bisnis dan penguatan tata kelola berbasis teknologi digital. Inisiatif ini dimulai dari internal perusahaan untuk meningkatkan efisiensi operasional, mempercepat layanan kepada pelanggan, sekaligus menciptakan peluang bisnis baru yang lebih responsif terhadap dinamika pasar.

Ke depan, Telkom akan terus memperkuat integrasi konektivitas, infrastruktur digital, data center, cloud, hingga layanan keamanan siber sebagai fondasi pengembangan solusi digital end-to-end. Melalui pengembangan bisnis enterprise yang berkelanjutan, Telkom optimistis dapat meningkatkan daya saing nasional, mendorong percepatan transformasi digital di berbagai sektor, serta memperkuat kedaulatan digital Indonesia.

(*)