Banjarbaru (ANTARA) - Manajemen PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah (Kalselteng) menyampaikan kondisi Sistem Interkoneksi Kalimantan berangsur normal seiring selesainya proses perbaikan pada unit pembangkit yang sebelumnya mengalami gangguan.
General Manager PT PLN UID Kalselteng Iwan Soelistijono melalui keterangan tertulis di Kota Banjarbaru, Ahad mengatakan pemulihan sistem berjalan sesuai tahapan sehingga pasokan tenaga listrik kepada pelanggan kini semakin stabil.
"Alhamdulillah dengan membaiknya kondisi sistem, pengaturan beban yang sebelumnya diberlakukan secara terbatas telah dihentikan dan sistem kelistrikan kembali beroperasi secara normal," ujarnya.
Meskipun demikian, kata Iwan, PLN tetap melakukan pemantauan intensif terhadap kondisi sistem melalui penanganan dan optimalisasi unit pembangkit yang sebelumnya mengalami gangguan sebagai bagian dari upaya memperkuat keandalan Sistem Interkoneksi Kalimantan serta memastikan kontinuitas pasokan listrik bagi masyarakat.
Baca juga: YBM PLN gelar khitanan massal gratis bagi 31 anak di Sukamara
Iwan mengatakan, jika masih terdapat pelanggan yang mengalami kendala kelistrikan di lokasi masing-masing diimbau agar segera menyampaikan laporan melalui aplikasi PLN Mobile agar dapat segera ditindaklanjuti oleh petugas di lapangan.
"Kami mengapresiasi dan terima kasih atas pengertian, dukungan, serta kerja sama seluruh pelanggan, pemerintah daerah, stakeholder, media massa, dan masyarakat selama proses pemulihan sistem berlangsung," tuturnya.
Ditambahkan, ke depan, PLN berkomitmen terus meningkatkan keandalan pasokan listrik melalui penguatan sistem, optimalisasi operasional, serta kesiapsiagaan personel, sehingga kebutuhan listrik masyarakat dan dunia usaha di Kalimantan dapat terpenuhi secara andal, aman, dan berkelanjutan.
Pewarta: Yose Rizal
Editor : Sukarli
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.