Selular.id – Snapdragon 8 Elite Gen 6 Pro mulai menunjukkan calon kekuatannya lewat hasil pengujian AnTuTu yang beredar di Weibo. Chipset flagship Qualcomm tersebut dilaporkan meraih skor 4.835.412 poin, atau sekitar 20,7 persen lebih tinggi dibandingkan skor 4.005.248 poin yang dicatat smartphone Android dengan Snapdragon 8 Elite Gen 5 tertinggi di AnTuTu.
Hasil tersebut pertama kali dibagikan oleh tipster Digital Chat Station. Karena Snapdragon 8 Elite Gen 6 Pro belum diumumkan secara resmi oleh Qualcomm, angka ini masih harus diperlakukan sebagai bocoran awal, bukan hasil benchmark resmi dari Qualcomm. Hingga kini, Qualcomm masih mencantumkan Snapdragon 8 Elite Gen 5 sebagai prosesor smartphone flagship terbarunya di lini Snapdragon 8 Series.
Dalam laporan Wccftech, skor 4,8 juta poin tersebut membuat Snapdragon 8 Elite Gen 6 Pro menembus batas 4 juta poin dengan selisih cukup jauh. Sebagai pembanding, REDMAGIC 11 Pro yang disebut menjadi smartphone Android dengan Snapdragon 8 Elite Gen 5 tertinggi mencatat 4.005.248 poin. Selisih keduanya mencapai lebih dari 830 ribu poin.
GPU Jadi Salah Satu Sumber Peningkatan
Performa yang lebih tinggi tidak hanya berasal dari CPU. Hasil awal tersebut menunjukkan peningkatan juga terjadi pada sisi GPU, bahkan prosesor grafis disebut memberikan kontribusi lebih besar terhadap kenaikan performa dibandingkan CPU.
Snapdragon 8 Elite Gen 6 Pro disebut membawa GPU Adreno 850. Chip grafis tersebut juga dikabarkan memiliki dukungan terhadap fitur peningkatan resolusi atau upscaling serta frame generation. Kedua teknologi ini ditujukan untuk meningkatkan kualitas visual sekaligus membantu menghasilkan frame rate lebih tinggi ketika smartphone menjalankan game berat.
Tonton juga:
Video Rekomendasi Untuk Anda
Frame generation bekerja dengan membuat frame tambahan secara sistematis sehingga tampilan game dapat terlihat lebih mulus. Sementara upscaling memungkinkan gambar dengan resolusi lebih rendah ditingkatkan ke resolusi yang lebih tinggi tanpa harus membebani GPU seperti ketika merender seluruh gambar pada resolusi asli.
Jika implementasi tersebut benar-benar hadir di perangkat komersial, kemampuan ini akan menjadi salah satu area penting yang membedakan chipset flagship generasi berikutnya, terutama untuk smartphone gaming dan perangkat dengan layar beresolusi tinggi.
Dikabarkan Gunakan Arsitektur 2nm
Bocoran sebelumnya juga mengarah pada penggunaan proses fabrikasi 2nm untuk chipset generasi baru Qualcomm. Wccftech menyebut Snapdragon 8 Elite Gen 6 Pro dikaitkan dengan konfigurasi CPU 2+3+3 cluster. Namun, detail tersebut belum dikonfirmasi Qualcomm sehingga masih berada dalam kategori rumor.
Sebagai perbandingan, Snapdragon 8 Elite Gen 5 yang saat ini resmi menjadi chipset flagship Qualcomm menggunakan proses fabrikasi 3nm. Qualcomm membekali chipset tersebut dengan CPU Oryon generasi ketiga yang memiliki kecepatan hingga 4,74GHz. Perusahaan mengklaim CPU tersebut menawarkan peningkatan performa 20 persen dibandingkan generasi sebelumnya, sementara GPU Adreno membawa peningkatan performa grafis hingga 23 persen.
Snapdragon 8 Elite Gen 5 juga membawa peningkatan pada pemrosesan AI. Qualcomm menyebut NPU Hexagon pada chipset tersebut memiliki performa 37 persen lebih tinggi, sementara efisiensi daya CPU meningkat hingga 35 persen.
Jika rumor mengenai Snapdragon 8 Elite Gen 6 Pro dengan proses 2nm dan konfigurasi CPU baru benar, Qualcomm berpotensi melanjutkan tren peningkatan performa sekaligus efisiensi pada generasi berikutnya. Namun, klaim tersebut belum dapat dianggap sebagai spesifikasi final.
Kecepatan CPU Disebut Bisa Mencapai 5GHz
Hal lain yang ikut mencuat adalah kemungkinan Snapdragon 8 Elite Gen 6 Pro memiliki clock speed hingga 5GHz pada core performanya. Angka tersebut lebih tinggi dibandingkan kecepatan maksimum 4,74GHz pada Snapdragon 8 Elite Gen 5.
Kecepatan clock yang lebih tinggi secara teori dapat meningkatkan kemampuan prosesor menjalankan beban kerja tertentu. Dampaknya juga berpotensi terlihat dalam pengujian benchmark seperti AnTuTu maupun Geekbench.
Namun, angka benchmark smartphone sangat bergantung pada implementasi masing-masing produsen. Sistem pendingin, kapasitas baterai, konfigurasi memori, firmware, hingga batas temperatur dapat membuat dua perangkat dengan chipset yang sama menghasilkan skor berbeda.
Hal tersebut juga menjadi alasan mengapa skor 4.835.412 poin dari Snapdragon 8 Elite Gen 6 Pro belum bisa langsung dijadikan patokan performa seluruh smartphone yang nantinya menggunakan chipset tersebut.
Snapdragon 8 Elite Gen 5 Masih Jadi Standar Resmi Qualcomm
Untuk saat ini, posisi Snapdragon 8 Elite Gen 5 masih jelas dalam portofolio resmi Qualcomm. Chipset tersebut diperkenalkan pada September 2025 sebagai platform mobile flagship terbaru perusahaan dan menjadi basis sejumlah smartphone premium dari berbagai merek.
Qualcomm membekali Snapdragon 8 Elite Gen 5 dengan CPU Oryon generasi ketiga, GPU Adreno, NPU Hexagon, serta modem Snapdragon X85 5G. Platform tersebut juga mendukung berbagai teknologi gaming, termasuk Unreal Engine 5 dan fitur Snapdragon Elite Gaming.
Bahkan pada 2026, Qualcomm masih memperluas penggunaan Snapdragon 8 Elite Gen 5 melalui versi khusus untuk perangkat Samsung. Pada Galaxy S26 Series dan perangkat Galaxy terbaru, Snapdragon 8 Elite Gen 5 for Galaxy menjadi salah satu fondasi untuk menghadirkan performa tinggi sekaligus fitur AI di perangkat premium Samsung.
Kondisi tersebut menunjukkan bahwa Snapdragon 8 Elite Gen 6 Pro masih berada pada fase sebelum peluncuran resmi. Karena itu, spesifikasi seperti Adreno 850, memori grafis 18MB, CPU 5GHz, konfigurasi 2+3+3, hingga klaim performa 20 persen lebih tinggi masih perlu menunggu konfirmasi Qualcomm.
Jika angka AnTuTu tersebut benar-benar mencerminkan performa final, Snapdragon 8 Elite Gen 6 Pro berpotensi membawa kenaikan signifikan pada kelas chipset flagship. Namun, hasil pengujian awal tetap perlu dibaca sebagai indikasi kemampuan, bukan jaminan performa perangkat komersial. Qualcomm sendiri menekankan bahwa hasil performa dapat berbeda tergantung implementasi produsen dan konfigurasi perangkat.
Untuk saat ini, angka 4,8 juta poin tersebut menjadi sinyal awal bahwa persaingan performa smartphone flagship generasi berikutnya akan semakin ketat, terutama ketika produsen mulai menggabungkan chipset baru dengan sistem pendingin dan konfigurasi memori yang lebih agresif.
Baca juga: Qualcomm Memecah Spesifikasi Snapdragon 8 Elite Gen 5 Demi Kuasai Segmen Flagship 2026