Moskow (ANTARA) - Pemerintah Spanyol akan memberlakukan pemeriksaan perbatasan di pelabuhan dan bandara terhadap pelancong dari Italia mulai 8 Agustus hingga 7 September, demikian dilaporkan kantor berita Europa Press pada Jumat, mengutip sumber pemerintah Spanyol.
Pemeriksaan perbatasan tersebut akan mulai berlaku pada tengah malam Sabtu, 8 Agustus. Pemeriksaan mencakup pengecekan identitas dan kewarganegaraan pelancong berdasarkan paspor. Sementara itu, bagi warga negara ketiga, pemeriksaan dilakukan berdasarkan visa atau izin tinggal, menurut sumber tersebut.
Pemeriksaan akan dilakukan secara acak dan tetap berlaku hingga tengah malam 7 September, kecuali terjadi perubahan kondisi yang menjadi alasan pemberlakuan pemeriksaan sehingga masa berlakunya perlu disesuaikan.
Sebelumnya pada hari yang sama, pemerintah Spanyol mengancam akan mengambil “tindakan yang proporsional” terhadap Italia jika Roma tidak mencabut pemeriksaan perbatasan yang diberlakukan paling lambat 9 Agustus.
Pemeriksaan tersebut diberlakukan setelah terjadi gelombang masuk migran dalam jumlah besar ke daerah kantong (enklave) Spanyol, Ceuta.
Pada akhir Juli, Ceuta mengalami gelombang kedatangan migran dalam jumlah besar dari negara tetangga, Maroko.
Pada Selasa, Menteri Dalam Negeri Spanyol Fernando Grande-Marlaska mengatakan sekitar 72.000 migran telah memasuki Ceuta dari Maroko dan sekitar 70.000 di antaranya telah dikembalikan. Sementara itu, Ceuta sendiri memiliki populasi sekitar 85.000 jiwa.
Sumber: Sputnik/RIA Novosti-OANA
Baca juga: Ratusan migran terdampar di Pantai Ceuta tak dapat ajukan suaka
Baca juga: Spanyol siapkan strategi hadapi gelombang imigran lagi ke Ceuta
Penerjemah: Kuntum Khaira Riswan
Editor: Primayanti
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.