Sudah Kirim Pesanan Rp8 Juta, Resto Ini Baru Sadar Bukti Bayarnya Palsu!

Jakarta -

Restoran seafood ini mengalami kerugian setelah mengerjakan pesanan besar. Pembayaran senilai Rp8 juta ternyata palsu!

Modus penipuan di restoran begitu beragam. Salah satunya memanfaatkan bukti bayar palsu yang bisa bikin penjual terkecoh.

Dilansir dari Stomp (27/7/2026), sebuah restoran seafood di Singapura mengalami kerugian setelah menerima pesanan makanan. Transaksi tersebut awalnya terlihat seperti pesanan pada umumnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Restoran menerima pesanan senilai 576,60 Dolar Singapura atau sekitar Rp8 juta. Pesanan itu dibuat melalui sambungan telepon pada 5 Juli sekitar pukul 16.30 waktu setempat.

Sudah Kirim Pesanan Rp8 Juta, Resto Ini Baru Sadar Bukti Bayarnya Palsu!Menerima pesanan dalam jumlah besar, sebuah restoran seafood justru menjadi korban penipuan. Foto: Stomp

Menurut laporan, pemesan disebut berbicara dalam bahasa Mandarin. Ia juga terdengar seperti pria Singapura berusia sekitar 30-an tahun.

Pesanan yang diminta terdiri dari beragam menu seafood dan makanan pendamping. Di antaranya kepiting lada putih, kepiting kari, kerang tumis brokoli, kangkung, dan udang sereal.

Ada pula kepala ikan kari dan delapan bungkus nasi putih. Seluruh makanan tersebut kemudian disiapkan oleh pihak restoran untuk dikirimkan kepada pemesan.

Setelah memesan, pelanggan mengirimkan tangkapan layar (screenshot) yang menunjukkan pembayaran telah dilakukan. Pihak restoran kemudian menganggap transaksi tersebut sudah berhasil.

Pesanan lalu dikirim menggunakan layanan pengantaran Lalamove. Pengiriman tersebut ternyata menghadapi kejanggalan sejak awal proses pengantaran.

cara memasak kaldu seafoodTotal kerugian atas pesanan tersebut mencapai Rp8 juta. Foto: Getty Images/iStockphoto

Ketika staf memeriksa transaksi, uang senilai 576,60 Dolar Singapura ternyata tidak pernah diterima. Sementara saat itu, makanan sudah berada dalam proses pengantaran menuju lokasi yang diberikan pelanggan.

"Pada saat perbedaan pembayaran diketahui, makanan sudah diserahkan untuk dikirim melalui Lalamove," kata perwakilan restoran kepada STOMP.

Restoran kemudian berusaha mengambil kembali makanan tersebut sekitar dua hingga tiga jam setelah pengiriman. Namun, sekitar pukul 20.00, makanan yang dikirim ternyata sudah tidak berada di lokasi.

Pihak restoran selanjutnya membuat laporan kepada polisi. Hingga kini, mereka juga belum dapat memastikan motif di balik pesanan tersebut.

Kerugian yang dialami juga tidak hanya berasal dari nilai makanan yang dikirim. Restoran turut memperhitungkan biaya bahan, tenaga kerja, kemasan, waktu persiapan, serta dampak operasional.

(dfl/adr)