Suka Serba Praktis? Ini 3 Alasan Mengapa Kebiasaan Itu Bisa Mengurangi Kebahagiaan

Selasa, 28 Juli 2026 - 20:02 WIB

VIVA – Di era digital, hampir semua kebutuhan bisa dipenuhi hanya dengan beberapa kali sentuhan di ponsel. Mulai dari memesan makanan, belanja bulanan, hingga mengurus berbagai kebutuhan sehari-hari, semuanya dapat dilakukan tanpa harus keluar rumah. Kepraktisan ini memang menghemat waktu, tetapi sejumlah penelitian menunjukkan bahwa terlalu bergantung pada layanan serba instan justru dapat berdampak negatif terhadap kebahagiaan.

Baca Juga

Kemudahan yang ditawarkan berbagai aplikasi memang membuat hidup terasa lebih ringan. Namun, jika segala aktivitas selalu digantikan oleh layanan berbayar, seseorang berisiko kehilangan pengalaman yang sebenarnya penting bagi kesejahteraan hidup. Berikut tiga alasan mengapa kebiasaan selalu membayar demi kenyamanan bisa membuat seseorang merasa kurang bahagia, melansitr dari YourTango

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

1. Pengeluaran jadi lebih besar tanpa disadari

Baca Juga

Salah satu dampak paling nyata adalah meningkatnya pengeluaran. Banyak aplikasi dirancang agar pengguna terdorong membelanjakan lebih banyak uang daripada yang sebenarnya dibutuhkan.

Misalnya, promo gratis ongkir dengan syarat pembelian minimum sering membuat seseorang menambahkan barang yang sebenarnya tidak diperlukan. Belum lagi biaya layanan, biaya pengiriman, hingga berbagai biaya tambahan lain yang terlihat kecil, tetapi jika diakumulasikan dapat menguras anggaran bulanan.

Baca Juga

Akibatnya, pengeluaran menjadi lebih besar tanpa disadari. Dalam kondisi ekonomi yang semakin menantang, kebiasaan seperti ini bisa memicu stres karena kondisi keuangan menjadi kurang sehat.

2. Interaksi sosial semakin berkurang

Kemudahan layanan digital juga membuat banyak orang semakin jarang berinteraksi secara langsung dengan orang lain.

Jika dulu seseorang pergi ke pasar, berbincang dengan penjual, makan di restoran, atau sekadar menyapa tetangga saat keluar rumah, kini banyak aktivitas tersebut digantikan oleh layanan pesan antar.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Padahal, berbagai penelitian menunjukkan bahwa manusia membutuhkan interaksi sosial untuk menjaga kesehatan mental. Bahkan percakapan singkat dengan pelayan restoran, kasir, atau orang yang ditemui di jalan dapat memberikan rasa keterhubungan dengan lingkungan sekitar.

Ketika interaksi semacam ini semakin jarang terjadi, rasa kesepian bisa muncul secara perlahan. Itulah sebabnya banyak orang tetap merasa sendiri meski hidup di tengah teknologi yang semakin canggih.

Halaman Selanjutnya

3. Risiko stres, kecemasan, hingga depresi meningkat