Himbarsi bersama CIMB Niaga Syariah dan Nanobank Syariah melakukan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) dalam Rakornas Himbarsi 2026 di Solo, Kamis (21/8/2026).
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Tabungan Ukhuwah yang dikembangkan Himpunan Bank Perekonomian Rakyat Syariah Seluruh Indonesia (Himbarsi) mencatat pertumbuhan signifikan sejak diluncurkan pada 2022. Hingga Juli 2026, jumlah rekening mencapai 55.908 dengan total dana Rp417,8 miliar.
Jumlah rekening tersebut tumbuh 356,95 persen dibandingkan saat program diluncurkan, sementara dana yang dihimpun meningkat 275,92 persen. Program Tabungan Ukhuwah kini telah diikuti 61 BPR Syariah.
Ketua Umum Himbarsi Alfi Wijaya mengatakan, pertumbuhan Tabungan Ukhuwah menjadi pijakan untuk memperluas produk bersama sekaligus memperkuat penghimpunan dana melalui jaringan BPR Syariah.
Penguatan bisnis tersebut dilakukan melalui lima kemitraan yang disepakati dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Himbarsi 2026 di Solo, Jumat (21/8/2026). Kemitraan itu melibatkan tiga bank umum syariah, perusahaan asuransi syariah, dan vendor logam mulia.
Salah satu kerja sama mencakup pengembangan white label mobile banking bagi BPR Syariah anggota Himbarsi yang akan diterapkan pada Tabungan Ukhuwah.
“Kebutuhan pengembangan teknologi guna meningkatkan daya saing industri BPR Syariah serta dukungan likuiditas juga permodalan adalah tantangan yang diharapkan dapat diselesaikan dengan kerja sama sinergis dan kolaboratif antara BPR Syariah dan Bank Umum Syariah,” ujar Alfi.
Kerja sama dengan perusahaan asuransi syariah mencakup perlindungan nasabah serta peluang penempatan dana asuransi pada BPR Syariah anggota Himbarsi.
“Dengan nilai penjaminan LPS sampai dengan Rp2 miliar seharusnya mendorong lembaga-lembaga keuangan syariah seperti asuransi syariah dan bank umum syariah untuk dapat melakukan penempatan di BPR Syariah dengan mendapatkan bagi hasil yang kompetitif dan aman,” ujarnya.
Sementara itu, kemitraan dengan vendor logam mulia mencakup dukungan terhadap pembiayaan emas melalui akses harga dan ketersediaan emas bagi BPR Syariah.
Rakornas Himbarsi 2026 diikuti 121 peserta dari BPR Syariah di berbagai daerah. Forum tersebut dibuka Asisten Perekonomian dan Pembangunan Kota Surakarta Tulus Widajat yang mewakili Wali Kota Solo.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Kepala Direktorat Pengaturan dan Pengembangan Keuangan Syariah OJK Nyimas Rohman dan Kepala OJK Solo M. Mufid.