Tak Disangka! Ini 7 Kesalahan Kecil soal Uang yang Diam-diam Bikin Orang Pintar Sulit Kaya

Jumat, 14 Agustus 2026 - 16:00 WIB

VIVA – Menjadi pintar ternyata tidak otomatis membuat seseorang kaya. Kemampuan berpikir logis, memiliki pendidikan tinggi, atau memahami berbagai informasi finansial belum tentu menjamin seseorang mampu membangun kekayaan.

Baca Juga

Salah satu alasannya adalah kesalahan kecil dalam mengambil keputusan soal uang. Orang yang cerdas justru terkadang terlalu banyak berpikir, menganalisis, hingga akhirnya melewatkan peluang atau mengambil keputusan yang kurang tepat.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Sebuah penelitian yang dibahas MIT Technology Review bahkan menunjukkan bahwa keberhasilan tidak selalu ditentukan oleh kemampuan atau bakat semata. Faktor keberuntungan juga dapat memainkan peran.

Baca Juga

Lantas, apa saja kesalahan finansial yang sering dilakukan orang pintar dan bisa menghambat mereka menjadi kaya? Melansir dari YourTango, berikut ini kesalahan-kesalahannya. 

1. Terlalu lama mencari keputusan yang sempurna

Baca Juga

Orang yang gemar menganalisis bisa terjebak dalam over-optimization. Mereka menghabiskan terlalu banyak waktu membandingkan investasi, asuransi, cicilan, hingga berbagai pilihan keuangan demi mendapatkan keputusan yang dianggap paling sempurna.

Masalahnya, kesempatan yang sebenarnya sudah cukup baik justru bisa terlewat.

Dalam mengelola uang, prinsip sederhana sering kali lebih berguna. Mengeluarkan uang lebih sedikit daripada pendapatan, berhati-hati ketika berutang, menyiapkan dana untuk masa depan, serta memahami instrumen investasi yang digunakan merupakan dasar penting membangun kekayaan.

2. Selalu mengikuti apa yang dilakukan orang lain

Kesalahan berikutnya adalah mentalitas ikut-ikutan. Seseorang membeli saham karena teman-temannya membeli, memilih barang mahal karena sedang tren, atau menghabiskan uang untuk gaya hidup tertentu hanya agar tidak merasa tertinggal.

Dalam investasi, kebiasaan mengikuti mayoritas bahkan bisa berbahaya. Harga aset yang sudah melonjak akibat euforia dapat membuat seseorang membeli di waktu yang kurang tepat.

Karena itu, keputusan finansial sebaiknya dibuat berdasarkan kondisi dan tujuan pribadi, bukan sekadar mengikuti tren.

3. Terlalu terpaku pada keberhasilan masa lalu

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Pengalaman masa lalu memang penting, tetapi bukan jaminan bahwa sesuatu akan kembali berhasil dengan cara yang sama.

Bias yang dikenal sebagai hindsight bias dapat membuat seseorang merasa seolah-olah sejak awal sudah bisa memprediksi sebuah kejadian. Dalam investasi, orang mungkin hanya mengingat keputusan yang menghasilkan keuntungan dan melupakan kegagalan yang pernah dialami.

Halaman Selanjutnya

Padahal, kondisi ekonomi, pasar, pekerjaan, dan kehidupan terus berubah. Strategi yang berhasil sebelumnya belum tentu cocok digunakan kembali.