Jakarta -
Selebgram Tasyi Athasyia melaporkan salah satu karyawannya ke pihak kepolisian. Langkah hukum ini diambil setelah ia menemukan bukti karyawannya telah melakukan dugaan pencurian berbagai barang branded senilai lebih dari Rp 500 juta. Kejadian yang berlangsung selama kurang lebih satu tahun ini menambah daftar panjang kekecewaannya terhadap staf yang sudah ia anggap seperti keluarga sendiri.
"Kronologis pencurian barang oleh karyawan terdekat aku, nilainya lebih dari 1/2 miliar. Ya Allah ya rob sedih bukan karena barangnya, tapi sakit karena kepercayaan yang dirusak," tulis Tasyi Athasyia melalui unggahan media sosial pribadinya dikutip detikcom, Sabtu (8/8/2024).
Aksi pencurian ini mulai terendus pada awal Maret lalu, tepat setelah Tasyi Athasyia menyelesaikan renovasi area penyimpanan koleksi pribadinya. Saat hendak merapikan tas-tas miliknya, ia menyadari ada lima unit tas mewah yang hilang. Pada saat itu, istri Syech Zaki Alatas ini mengaku sempat berusaha mengikhlaskan kejadian tersebut dan menganggapnya sebagai ujian tanpa menaruh kecurigaan berlebih kepada siapa pun di rumahnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Jadi awalnya sekitar bulan maret awal, aku baru selesai renovasi walkincloset dan mau rapihin tas-tas aku, tiba-tiba ada sekitar 5 tas aku hilang. Disitu jujur aku pasrah aja, cuma aku cari di area rumah dan pas ga ketemu, aku udah ikhlasin, aku ga cari tau lagi," terangnya.
Kecurigaan tersebut akhirnya terjawab melalui sebuah ketidaksengajaan. Tim internal Tasyi Athasyia yang sedang menggunakan perangkat iMac kantor secara bersama-sama menemukan adanya notifikasi email yang masuk ke ponsel salah satu staf. Email tersebut ternyata berisi pemberitahuan transaksi penjualan barang bermerek di sebuah toko reseller. Setelah ditelusuri, barang-barang yang dijual tersebut identik dengan sepatu dan tas miliknya yang selama ini hilang.
"Notifikasi kalo barang ini sudah terjual, dan pas dia lihat itu adalah sepatu aku, langsung sama dia di check dan ketika dia scroll dia menemukan semua bukti penjualan dan transaksi barang-barang aku yang selama ini hilang. Total saat ini yang ketahuan ada 12 barang, dan hampir semua dijual di sumber yang sama," jelasnya.
Pelaku merupakan karyawan yang ia rekrut tanpa pengalaman sebelumnya dan telah diberikan berbagai fasilitas istimewa. Selain gaji di atas UMR, pelaku juga kerap diajak bepergian ke luar negeri dan diberikan bonus serta ruangan kerja yang nyaman. Mirisnya, pelaku juga diketahui sempat memfitnah karyawan lain hingga ada staf yang dikeluarkan karena dituduh mencuri barang yang sebenarnya diambil oleh pelaku sendiri.
"Setelah kita tunjukan bukti baru dia ngaku, bahkan dia bilang lebih banyak dari itu yang dia jual. Pas ditanya berapa banyak, dia jawab ga inget karena banyak. Dan jahatnya dia juga memfitnah karyawan yang lain, sampe dulu sempet ada yang dikeluarkan karena difitnah mencuri sama dia," tuturnya.
Tasyi Athasyia yang awalnya berniat memberikan maaf akhirnya membulatkan tekad untuk menempuh jalur hukum karena melihat tidak adanya iktikad baik dari pelaku. Update terbaru menunjukkan Tasyi Athasyia telah mendatangi kantor polisi untuk memproses kasus ini lebih lanjut guna memberikan efek jera dan mengungkap fakta secara tuntas.
"Statusnya sekarang sudah aku laporkan ke kepolisian, semoga dibantu pengurusannya beneran diproses sampai tuntas @polisijaksel @reserse.jaksel," pungkas Tasyi Athasyia dalam unggahan terbarunya yang memperlihatkan keberadaannya di kantor polisi.
Tim detikcom telah mencoba menghubungi Tasyi Athasyia perihal kejadian tersebut namun belum mendapatkan respons.
(nu2/nu2)