:strip_icc():format(webp):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,1180,20,0)/kly-media-production/medias/9311106/original/019162800_1785387962-0L5A6460.jpg)
Perbesar
Jadi intinya...
- Teater Koma kembali mementaskan lakon "Rumah Sakit Jiwa" setelah 35 tahun.
- Produksi 2026 disesuaikan dengan konteks sosial dan pemikiran kesehatan mental.
- Hanya 6 dari 115 orang terlibat kembali, didominasi generasi baru Teater Koma.
Liputan6.com, Jakarta - Teater Koma yang telah berkarya selama 49 tahun di seni pertunjukan Tanah Air, kembali hadir dengan satu produksi yang dipentaskan tahun ini: Rumah Sakit Jiwa. Satu fakta menarik tentang lakon tersebut, adalah tahun ini bukanlah tahun pertama lakon ini pentaskan.
Rumah Sakit Jiwa sempat dipentaskan pada 30 November hingga 3 Desember 1991.
Lantas jika cerita yang sama dipentaskan kembali di masa sekarang,apakah ceritanya masih relevan dengan kondisi sosial?
Hal ini dijawab oleh sang produser Teater Koma, Ratna Riantiarno. Perlu diketahui walaupun dengan naskah yang sama seperti tahun 1991, Rumah Sakit Jiwa tentunya melewati proses kreatif.
“Kami tidak ingin ekspresi artistik berhenti. Naskah tetap menjadi pedoman, tetapi konsep pementasan tahun 1991 bukanlah batas. Justru menjadi titik awal agar Rumah Sakit Jiwa 2026 dapat berkembang dengan kreativitas baru,” ujar sang produser dalam pernyataan tertulis yang diterima Liputan6.com, Rabu (29/7/2026).
Tak Ingin Terbebani Pementasan Sebelumnya
Perbesar
Ratna Riantiarno juga mengatakan demikian, ia berkata bahwa hal ini dapat menjadi start supaya lakon Rumah Sakit Jiwa berkembang dan semakin kreatif tanpa terbebani pementasan sebelumnya.
Proses ini membentuk cerita lakon ini seiring adanya perbedaan konteks sosial, teknologi, dan pemikiran kritis masyarakat terhadap kesehatan mental. Jadi dengan pembacaan ulang di zaman yang berbeda, cerita ini hadir dengan pendekatan artistik yang menyesuaikan perkembangan.
"Dunia yang berbeda menghadirkan tantangan sekaligus peluang untuk menafsirkan kembali naskah ini dengan kreativitas baru tanpa terbebani pementasan sebelumnya," kata Ratna menambahkan.
Beberapa Aktor Bermain Kembali di tahun 2026
:strip_icc():format(webp):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,540,20,0)/kly-media-production/medias/9311104/original/036349400_1785387961-0L5A6391.jpg)
Perbesar
Setelah 35 tahun sejak Rumah Sakit Jiwa pertama kali dipertontonkan di tahun 1991, ternyata terdapat 6 orang yang kembali terlibat di versi 2026. Sementara yang lainnya adalah generasi baru yang akan menelusuri karakter-karakter lakon dengan pemikiran yang baru. Hal tersebut disampaikan oleh Rangga Riantiarno selaku sutradara Rumah Sakit Jiwa.
“Dari total 115 orang yang terlibat, hanya enam orang yang pernah terlibat dalam Rumah Sakit Jiwa tahun 1991. Selebihnya adalah generasi baru Teater Koma yang memiliki kesempatan mengeksplorasi karakter-karakter dalam lakon ini dengan sudut pandang mereka sendiri," ia menjelaskan.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9311090/original/046601100_1785387356-WhatsApp_Image_2026-07-30_at_11.47.12.jpeg)
Perbesar
Rumah Sakit Jiwa berkisah tentang Rogusta, seorang dokter baru di sebuah rumah sakit jiwa yang dipimpin Profesor Sidarita. Berbekal keyakinan bahwa pendekatan yang penuh persahabatan mampu membantu proses penyembuhan pasien, Rogusta mulai menerapkan metode yang perlahan mengubah kehidupan di rumah sakit tersebut.
Namun, perubahan itu justru memicu konflik dengan sistem yang telah lama berjalan dan mereka yang merasa posisinya terancam. Melalui kisah tersebut, Teater Koma menghadirkan refleksi mengenai upaya seseorang untuk mengubah sistem yang telah mengakar, sekaligus mengajak penonton mempertanyakan, apakah benar bahwa dunia sedang berubah menjadi sebuah ‘rumah sakit jiwa’.
Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6
Vicky Prasetyo Terjerat 2 Laporan Dugaan Penipuan dan Penggelapan, Naik Tahap Penyidikan