
Spanyol datang ke final Piala Dunia 2026 dengan status unggulan. Satu pertandingan lagi akan menentukan apakah La Roja mampu mengangkat trofi dunia untuk kedua kalinya sepanjang sejarah.
Kepercayaan terhadap tim asuhan Luis de la Fuente semakin menguat setelah penampilan meyakinkan saat menyingkirkan Prancis di semifinal. Tim yang diperkuat Kylian Mbappe itu dibuat kesulitan mengembangkan permainan sepanjang laga.
Kekuatan Tim Lebih Penting daripada Ketergantungan pada Bintang
Salah satu kelebihan terbesar Spanyol adalah mereka tidak bergantung pada satu pemain.
Saat Pedri tidak berada dalam performa terbaik, Luis de la Fuente masih memiliki Fabián Ruiz maupun Dani Olmo yang mampu mengisi peran serupa. Begitu pula Álex Baena, Pedro Porro, dan Mikel Merino yang beberapa kali memberi kontribusi penting meski bukan pilihan utama sejak awal.
Masalah kebugaran yang sempat dialami Lamine Yamal dan Nico Williams juga tidak banyak memengaruhi performa tim. Sistem permainan Spanyol tetap berjalan sehingga pergantian pemain tidak mengubah identitas permainan mereka.
Pendekatan itu membuat hampir seluruh pemain mampu tampil maksimal ketika mengenakan seragam tim nasional.
BACA JUGA:
Dominasi Penguasaan Bola yang Sulit Dipatahkan
Penguasaan bola masih menjadi identitas utama Spanyol, sama seperti ketika menjuarai Piala Dunia 2010.
Sepanjang Piala Dunia 2026, Spanyol mencatat rata-rata penguasaan bola sebesar 63,8 persen, tertinggi di antara seluruh tim yang lolos melewati babak 32 besar.
Dominasi itu juga tercermin dari jumlah operan. Rodri, Aymeric Laporte, dan Pau Cubarsí menjadi tiga pemain dengan jumlah umpan terbanyak sepanjang turnamen. Rodri bahkan sudah membukukan 694 operan, angka tertinggi sejak pencatatan statistik dimulai pada 1966.
Saat menghadapi Prancis di semifinal, Spanyol membuat lawannya lebih banyak mengejar bola. Mbappe, Michael Olise, dan rekan-rekannya kesulitan menemukan ritme permainan karena terus dipaksa bertahan.
Hingga memainkan tujuh pertandingan, Spanyol baru kebobolan satu gol. Mereka juga hanya menghadapi expected goals (xG) sebesar 2,1 sepanjang turnamen. Sebagai perbandingan, Argentina menghadapi xG 4, Prancis 5,5, sedangkan Inggris mencapai 6,5.
Meski permainan operan Spanyol kerap dikritik terlalu banyak mengalir ke samping dan kurang efektif membongkar pertahanan rapat, pola tersebut nyaris tidak menjadi masalah sepanjang Piala Dunia kali ini.
Luis de la Fuente Membangun Fondasi Selama Bertahun-tahun
Keberhasilan Spanyol juga tidak lepas dari peran Luis de la Fuente.
Pelatih berusia 65 tahun itu memang minim pengalaman menangani klub, tetapi memiliki rekam jejak panjang bersama tim nasional Spanyol di berbagai kelompok umur sebelum dipercaya menangani tim senior.
Selama perjalanan itu, ia membangun filosofi permainan yang sama dari level U-19 hingga tim utama. Banyak pemain yang kini menjadi tulang punggung La Roja sudah pernah bekerja sama dengannya sejak usia muda.
Prestasi De la Fuente pun terbilang lengkap. Ia membawa Spanyol menjuarai Piala Eropa U-19 pada 2015, Piala Eropa U-21 pada 2019, meraih medali perak Olimpiade Tokyo 2020, menjuarai UEFA Nations League 2022-23, serta membawa La Roja menjadi juara Euro 2024.
Lima pemain dari skuad juara Piala Eropa U-21 dan delapan pemain yang tampil di Olimpiade Tokyo masih menjadi bagian dari skuad Spanyol pada Piala Dunia 2026.
Kesinambungan itulah yang membuat para pemain sudah memahami sistem permainan sejak lama. Di tengah singkatnya waktu latihan pada jeda internasional, keuntungan tersebut menjadi modal besar bagi Spanyol.
Opini Gilabola.com
Banyak tim memiliki pemain hebat, tetapi tidak semuanya mempunyai sistem yang mampu menjaga kualitas permainan ketika terjadi pergantian pemain. Itulah yang membedakan Spanyol saat ini.
Luis de la Fuente membangun fondasi dalam waktu yang panjang, sehingga La Roja tampil sebagai satu kesatuan, bukan sekadar kumpulan individu berbakat.
Jika mampu mempertahankan konsistensi yang sama di final, peluang mereka meraih gelar Piala Dunia kedua akan terbuka sangat lebar.
Dapatkan berita dengan ulasan mendalam, serta kabar terbaru hanya di Gilabola.com.
- TAGS
- Luis de la Fuente
- Timnas Spanyol