Tiga KA aglomerasi Daop Semarang melayani sekitar 2,3 juta penumpang

Tiga KA aglomerasi Daop Semarang melayani sekitar 2,3 juta penumpang

Senin, 10 Agustus 2026 15:40 WIB

Image Print

Ilustrasi - KA Joglosemarkerto

Semarang (ANTARA) - PT KAI mencatat tiga KA aglomerasi yang beroperasi di wilayah Daop 4 Semarang telah melayani sekitar 2,3 juta penumpang di sepanjang semester I 2025.

Manajer Humas PT KAI Daop 4 Semarang Luqman Arif di Semarang, Senin, mengatakan, tiga KA yang menghubungkan berbagai kabupaten/ kota di Jawa Tengah hingga wilayah DIY tersebut yakni KA Joglosemarkerto, KA Kamandaka, dan KA Kaligung.

KA Joglosemarkerto dengan relasi Semarang-Solo-Yogyakarta-Purwokerto-Tegal-Pekalongan-Kutoarjo- Kroya-Kebumen, kata dia, melayani 730.576 penumpuan yang naik maupun turun di berbagai stasiun di wilayah itu selama semester I 2026.

Sementara itu, KA Kamandaka yang melayani relasi Semarang–Purwokerto–Cilacap, lanjut dia, selama semester I 2026 melayani 608.550 penumpang.

Adapun KA Kaligung dengan relasi kabupaten/ kota di wilayah Pantura Jawa Tengah, yakni Semarang–Pekalongan–Tegal–Brebes–Cirebon, melayani telah melayani 989.261 penumpang.

Menurut dia, layanan kereta api aglomerasi terus dikembangkan untuk menjawab kebutuhan mobilitas masyarakat yang semakin dinamis.

"KAI Daop 4 Semarang menghadirkan layanan KA aglomerasi yang aman, nyaman, dan andal untuk mendukung mobilitas tersebut," katanya.

Ia mengatakan layanan ini menghubungkan kawasan pemerintahan, pendidikan, perdagangan, hingga destinasi wisata di sepanjang lintas perjalanan, sekaligus memberikan alternatif transportasi yang efisien bagi masyarakat.

Ia menjelaskan tingginya mobilitas di berbagai daerah tersebut turut memperlancar aktivitas ekonomi antardaerah, memperkuat konektivitas antarpusat pertumbuhan, serta mendukung pengembangan sektor pariwisata di wilayah operasional KAI Daop 4 Semarang.

Baca juga: KAI Purwokerto memastikan keandalan jalur jelang libur panjang HUT RI

Pewarta: Immanuel Citra Senjaya
Editor: Edhy Susilo
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.