Tim gabungan padamkan karhutla 10 hektare di Singkawang - ANTARA News Kalimantan Barat

Singkawang (ANTARA) - Tim gabungan Kota Singkawang, Kalimantan Barat, memadamkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) seluas sekitar 10 hektare di Jalan Senen, Kelurahan Sungai Rasau, Kecamatan Singkawang Utara, Senin.

Tim gabungan yang terlibat terdiri atas personel Polres Singkawang, Polsek Singkawang Utara, TNI, BPBD, Damkar Satpol PP, Daops Manggala Agni, serta masyarakat peduli api (MPA) dari sejumlah kelurahan.

Kapolsek Singkawang Utara AKP Sobitun di Singkawang mengatakan, sebanyak 62 personel dikerahkan untuk mengendalikan kebakaran agar tidak meluas ke kawasan lain.

"Secara keseluruhan ada 62 personel yang dilibatkan untuk memastikan kebakaran lahan di Sungai Rasau dapat dikendalikan dan tidak meluas ke area lainnya," katanya.

Ia mengatakan proses pemadaman menghadapi sejumlah kendala, terutama kondisi medan yang merupakan lahan gambut. Selain itu, jarak sumber air dari titik kebakaran berkisar 50 hingga 200 meter sehingga petugas harus menggunakan mesin pompa dan selang untuk menjangkau lokasi.

Meski menghadapi medan yang sulit, kerja sama seluruh unsur di lapangan membuat api berhasil dikendalikan. Setelah pemadaman, petugas langsung melakukan pendinginan untuk mencegah munculnya kembali titik api.

"Hari ini memasuki hari ketiga penanganan. Petugas masih melakukan pendinginan secara intensif karena kepulan asap yang masih terlihat berpotensi menandakan adanya bara api di dalam lapisan gambut," ujarnya.

Menurut dia, petugas terus menyisir lokasi dan membasahi titik-titik yang dinilai masih menyimpan bara. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan api tidak kembali muncul dan menjalar ke area lain.

Hingga kini, kata Sobitun, penyebab kebakaran lahan tersebut belum diketahui secara pasti. Petugas masih melakukan pemantauan dan pengumpulan informasi di sekitar lokasi kejadian.

Kondisi cuaca panas dan musim kemarau, ditambah vegetasi yang mengering di kawasan lahan gambut, dinilai dapat mempercepat penyebaran api apabila tidak segera ditangani.

"Petugas juga terus melakukan pemantauan untuk memastikan tidak ada titik api baru yang kembali muncul," katanya.

Sobitun menegaskan sinergi lintas sektor dan keterlibatan masyarakat sangat penting dalam penanganan karhutla, terutama saat kondisi cuaca kering.

Ia mengimbau masyarakat tidak melakukan aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran, termasuk pembakaran lahan, serta segera melaporkan kepada petugas apabila menemukan titik api di lingkungan sekitar.

Pewarta: Narwati
Editor : Andilala

COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.