Tim SAR evakuasi korban terkaman buaya di Banyuasin

Tim SAR evakuasi korban terkaman buaya di Banyuasin

Jumat, 10 Juli 2026 21:47 WIB

Image Print

Proses evakuasi jasad korban terkaman buaya di Sungai Desa Teluk Betung, Kecamatan Pulau Rimau, Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan. ANTARA/HO/Polres Banyuasin

Palembang (ANTARA) - Tim SAR gabungan mengevakuasi jasad korban terkaman buaya di Sungai Desa Teluk Betung, Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan, yang dilaporkan hilang sejak Senin (6/7) sekitar pukul 01.53 WIB.

Kapolsek Pulau Rimau AKP Yusri Meriansyah di Banyuasin, Jumat, mengatakan korban bernama Ipan Nurzaman (25), warga Kampung Cijanten, Kelurahan Batu Layang, Kecamatan Cililin, Kabupaten Bandung Barat tersebut berhasil dievakuasi hari ini, setelah ditemukan pada Kamis (9/7).

"Jasad korban ditemukan di sekitar Pintu Air 2 PT Stal Hindoli. Lokasi penemuan berjarak sekitar 450 meter dari tempat awal korban diterkam," katanya.

Ia menambahkan penemuan jasad korban tersebut bertepatan dengan hari ulang tahunnya yang ke-26.

Setelah dievakuasi, jenazah korban langsung dibawa ke RS Bhayangkara Moh Hasan Palembang untuk menjalani proses identifikasi. Atas permintaan pihak keluarga, jenazah kemudian diberangkatkan menuju kampung halamannya di Jawa Barat.

"Sekitar pukul 20.00 WIB, ambulans yang membawa jenazah dilepas dari Mapolsek Pulau Rimau untuk selanjutnya diberangkatkan menuju rumah duka di Kabupaten Bandung Barat," ujarnya.

Peristiwa nahas itu terjadi pada Senin (6/7) sekitar pukul 01.53 WIB. Kejadian bermula saat korban bersama tiga rekannya sedang memperbaiki kemudi jukung di perairan Dusun I, Desa Teluk Betung. Ketika turun ke sungai untuk membantu rekannya, seekor buaya tiba-tiba muncul, menerkam dan menyeret korban ke dalam air.

Setelah kejadian ini, ia mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan saat beraktivitas di sekitar sungai maupun anak sungai, mengingat wilayah tersebut merupakan habitat asli buaya.

"Kami mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati ketika beraktivitas di sungai, terutama pada malam hari maupun di lokasi-lokasi yang diketahui menjadi habitat buaya," ujarnya.

Pewarta: M. Imam Pramana
Uploader: Aang Sabarudin
COPYRIGHT © ANTARA 2026