Tim SAR perluas pencarian empat korban KMP Putri Yasmin hingga perairan Bali

Mataram (ANTARA) - Tim SAR gabungan memperluas pencarian terhadap empat korban yang masih belum ditemukan dalam insiden terbakarnya KMP Putri Yasmin hingga ke wilayah perairan Bali dalam hari kelima operasi pada Minggu (16/8).

Kepala Kantor SAR Mataram, Muhamad Hariyadi, mengatakan operasi pencarian hari ini mengoptimalkan pengerahan alat utama (alut) laut dari Kantor SAR Mataram dan Kantor SAR Denpasar untuk memperluas cakupan penyisiran.

"Pembagian wilayah pencarian pada hari ini kembali dioptimalkan ke beberapa sektor strategis, baik di laut maupun di darat," ujarnya.

Hariyadi menjelaskan pencarian di laut dibagi menjadi tiga sektor dengan mengerahkan sejumlah rigid inflatable boat (RIB). RIB 02 Mataram melakukan penyisiran ke arah timur laut dari lokasi kejadian.

Sementara itu, RIB 05 Nusa Penida menyisir wilayah dari arah barat Nusa Penida, sedangkan RIB 01 Denpasar dikerahkan untuk melakukan pencarian di perairan selatan Bali.

Selain memperluas pencarian di laut, imbuh dia, tim SAR gabungan juga memperkuat penyisiran di sepanjang wilayah pesisir dan jalur darat. Informasi mengenai pencarian korban turut disebarluaskan kepada masyarakat hingga wilayah Belongas.

"Hingga saat ini, seluruh unsur SAR gabungan terus berupaya maksimal di lapangan demi menemukan sisa korban yang belum kunjung ditemukan," kata Hariyadi.

Operasi pencarian melibatkan Kantor SAR Mataram, Kantor SAR Denpasar, Lanal Mataram, Finns SGi Air Bali, Finns Search And Rescue, Ditpolair Polda NTB, KSOP Lembar, BKK Lembar, SROP Lembar, JRP, BPTB, Gapasdap, DVI Biddokkes Polda NTB, Dikes Lombok Barat, RSUD Tripat, RSUD Kota Mataram, RSUD NTB, ASDP, serta Puskesmas Jembatan Kembar.

Sejumlah alat utama juga dikerahkan dalam operasi tersebut, antara lain KN SAR 220 Mataram, RBB Mataram, RIB 02 Mataram, KN SAR Arjuna, RIB 02 Klungkung, RIB 02 Klungkung, RIB 02 02 Benoa, KAL Belongas, KAL Lembar, RIB Nusa Penida, Helikopter Finns SGi Air Bali, KMP Portlink II, KMP Parama Kalyani, Kapal Polair KP XXI - 2015, Yacht Still Here, Yacht No Comment, serta armada ambulans dari RSUD NTB.