Tragis! Kehilangan 11.000 Pir Bikin Petani Jepang Ini Pilih Pensiun

Jakarta -

Dua tahun berturut-turut seorang petani kehilangan 11.000 buah pir akibat pencurian. Ia berakhir memutuskan berhenti jadi petani selamanya.

Musim panen selalu menjadi momen yang paling dinanti para petani. Hasil kerja keras selama berbulan-bulan akhirnya siap dipetik dan dipasarkan.

Namun, tidak semua musim panen berakhir dengan kabar menggembirakan. Ada pula kisah pilu yang membuat perjuangan panjang berubah menjadi kekecewaan mendalam.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dilansir dari VnExpress, (29/7/2026), salah satu kerugian besar dialami oleh seorang petani asal Jepang. Ia yang memiliki kebun di Prefektur Fukuoka memutuskan berhenti jadi petani.

Pencuri Gasak Lima Ton Buah Pir di Australia Tanpa KetahuanSeorang petani menyerah dari kerugiannya setelah kebun pirnya alami kecurian. Foto: Australia Plus ABC

Keputusan itu diambil setelah kebunnya dua tahun berturut-turut menjadi sasaran pencurian. Petani bernama Hiroki Sasaki mengelola kebun pir keluarga di Kota Ukiha.

Selama dua musim panen terakhir, sekitar 11.000 buah pir miliknya raib sebelum sempat dipanen. Pada insiden terbaru, sekitar 5.000 buah pir varietas Kosui hilang.

Buah-buah itu seharusnya dipanen pada akhir Juli saat harga jual sedang tinggi. Nilai kerugian akibat pencurian terbaru diperkirakan mencapai 2 juta Yen atau hampir setara Rp225 juta.

Sasaki mengaku sangat terpukul melihat pohon-pohon yang kosong. Menurutnya, tak ada satu pun buah yang jatuh ke tanah sehingga diduga dipetik dengan sengaja.

Tragis! Kehilangan 11.000 Pir Bikin Petani Jepang Ini Pilih PensiunSebanyak 11.000 pir hilang dengan kerugian hampir Rp225 juta. Foto: VnExpress

Area yang menjadi sasaran berada sekitar 100 meter dari pintu masuk kebun. Pelaku diduga mengetahui lokasi buah yang siap dipanen sehingga aksinya berlangsung rapi.

Pencurian serupa juga terjadi pada tahun sebelumnya. Saat itu sekitar 6.000 hingga 6.500 buah pir hilang dari kebun yang sama.

Sebagian besar hasil panen bahkan telah dipesan toko dan pelanggan. Karena itu, pencurian ini berdampak besar pada komitmen pengiriman kepada pembeli.

Polisi Jepang kini menyelidiki kasus tersebut sebagai tindak pencurian. Hingga berita itu dipublikasikan, pelaku belum berhasil ditemukan.

(dfl/adr)