Trump perintah perubahan nama, Kanada pertahankan nama "Danau Ontario"

Ottawa (ANTARA) - Perdana Menteri Kanada Mark Carney pada Kamis (27/8) mengatakan bahwa nama "Danau Ontario" memiliki sejarah panjang dan bahwa warga Kanada akan selalu menggunakan nama itu terlepas dari adanya perubahan eksternal.

Carney menulis pernyataan itu dalam sebuah unggahan di media sosial X bahwa nama tersebut berasal dari kata Ontari'io dalam bahasa Wendat, yang berarti "danau itu indah, danau itu besar".

PM Kanada itu menyampaikan pernyataan tersebut setelah Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menandatangani sebuah perintah eksekutif sebelumnya pada Kamis, yang menginstruksikan Departemen Dalam Negeri AS untuk mengubah nama danau tersebut menjadi "Danau Amerika" di tengah eskalasi ketegangan perdagangan antara AS dan Kanada.

AS dan Kanada gagal mencapai kesepakatan perdagangan pada 21 Agustus, dan AS kemudian pada 22 Agustus memberlakukan tarif sebesar 50 persen terhadap barang-barang asal Kanada senilai sekitar 20 miliar dolar AS (1 dolar AS = Rp17.717).

Kanada merespons langkah AS tersebut dengan mengumumkan tarif balasan "dolar ganti dolar" terhadap barang-barang impor dari AS, yang akan mulai diberlakukan pada 8 September.

Nama tersebut telah berusia lebih dari 400 tahun, "lebih awal daripada Konfederasi Kanada maupun Deklarasi Kemerdekaan Amerika Serikat," kata Carney.

"Kami tahu bahwa Amerika sedang berubah. Hubungan perdagangan mereka, kebijakan luar negeri mereka, monumen-monumen nasional mereka, nama-nama perairan (hydronym) mereka," kata PM Kanada itu.

"Warga Kanada juga tahu bahwa menyebut realitas apa adanya berarti menamainya Danau Ontario, baik di masa lalu, sekarang, dan selamanya," tulis Carney di X.

Danau Ontario, salah satu dari lima Danau Besar di Amerika Utara, membentang di perbatasan AS-Kanada, dengan Provinsi Ontario Kanada di sebelah utara dan Negara Bagian New York, AS di sebelah selatan danau tersebut.

Pewarta: Xinhua
Editor: Yuni Arisandy Sinaga
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.