ULM dorong BUMDes manfaatkan limbah peternakan jadi produk bernilai ekonomi - ANTARA News Kalimantan Selatan

Pengolahan limbah menjadi pupuk organik juga menjadi bagian dari penerapan prinsip ekonomi sirkular,

Banjarbaru (ANTARA) - Tim Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Lambung Mangkurat (ULM) mendorong penguatan usaha BUMDes Maju Bersama, Desa Tirta Jaya, Kecamatan Bajuin, Kabupaten Tanah Laut, melakukan pengembangan produk bernilai ekonomi yakni produksi pupuk organik berbasis limbah peternakan.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program pengabdian kepada masyarakat yang memperoleh pendanaan melalui Program BIMA Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) Tahun 2026.

Tim pengabdian ULM terdiri atas drh. Muhammad Riyadhi, M.Si. sebagai ketua tim, Dr. Dewi Erika Adriani, S.P., M.P., Ph.D., dan Prof. Ir. Muhammad Rizal, M.Si. sebagai anggota tim.

Program dilaksanakan bersama BUMDes Maju Bersama dengan menempatkan pengelola BUMDes dan masyarakat sebagai mitra aktif dalam pengembangan usaha pupuk organik berbasis potensi lokal.

Kegiatan ini dilatarbelakangi oleh potensi limbah peternakan di Desa Tirta Jaya yang belum dimanfaatkan secara optimal.

Limbah peternakan yang selama ini berpotensi menjadi permasalahan lingkungan sebenarnya dapat diolah menjadi pupuk organik yang bermanfaat bagi sektor pertanian sekaligus memiliki nilai ekonomi.

Pemanfaatan tersebut diharapkan mampu menciptakan siklus ekonomi yang menghubungkan sektor peternakan, pertanian, dan pengembangan usaha desa.
 

Tim ULM memberikn pendampingan untuk menghitung biaya HPP pupuk. (ANTARA/Firman)


Rangkaian kegiatan diawali dengan koordinasi internal tim pengabdian ULM dan koordinasi bersama pengelola BUMDes Maju Bersama.

Tahapan tersebut dilakukan untuk mengidentifikasi kebutuhan mitra, menyusun rencana kegiatan, serta membangun kesepahaman mengenai arah pengembangan unit usaha pupuk organik.

Tim bersama mitra selanjutnya melakukan identifikasi potensi BUMDes yang mencakup ketersediaan bahan baku limbah peternakan, sumber daya manusia, sarana pendukung, peluang pemanfaatan produk, hingga potensi pasar.

Hasil identifikasi menjadi dasar dalam menentukan strategi pengembangan usaha yang sesuai dengan kondisi dan kapasitas BUMDes.

Produk pupuk yang dihasilkan. (ANTARA/Firman)


Tidak hanya berfokus pada kemampuan menghasilkan pupuk organik, pendampingan juga menyentuh aspek ekonomi dan manajemen usaha.

Salah satu kegiatan yang telah dilaksanakan adalah pelatihan analisis Harga Pokok Produksi (HPP).

Melalui kegiatan tersebut, pengelola BUMDes memperoleh pemahaman mengenai komponen biaya produksi, perhitungan biaya per unit produk, penentuan harga jual, hingga estimasi keuntungan.

Kemampuan menghitung HPP menjadi bagian penting dalam pengembangan usaha karena BUMDes diharapkan tidak sekadar mampu menghasilkan produk, tetapi juga dapat mengelolanya sebagai unit usaha yang layak secara ekonomi dan berkelanjutan.

Penguatan produk juga dilakukan melalui pengembangan kemasan pupuk organik. Kemasan dirancang bukan hanya sebagai pelindung produk, tetapi juga sebagai bagian dari pembentukan identitas dan branding BUMDes Maju Bersama.

Pengembangan tersebut diharapkan membuat produk semakin siap diperkenalkan dan dipasarkan kepada petani, masyarakat, maupun konsumen potensial lainnya.

Selama kegiatan berlangsung, pengelola dan anggota BUMDes Maju Bersama menunjukkan partisipasi aktif dalam proses koordinasi, identifikasi potensi, pelatihan, dan pendampingan.

Keterlibatan mitra menjadi bagian penting karena keberhasilan program diarahkan pada kemampuan BUMDes untuk melanjutkan dan mengembangkan unit usaha secara mandiri.
 

Tim ULM bersama warga Desa Tirta Jaya, Kecamatan Bajuin, Kabupaten Tanah Laut saat membahas memperkuat kemandirian BUMDes Maju Bersama. (ANTARA/Firman)


Hingga Agustus 2026, pelaksanaan program telah mencapai sekitar 80 persen dari keseluruhan tahapan yang direncanakan.

Tahapan selanjutnya akan difokuskan pada penyempurnaan produk dan kemasan, penguatan pemasaran dan branding, monitoring dan evaluasi, serta penyusunan strategi keberlanjutan unit usaha.

Melalui kegiatan pengabdian yang didukung pendanaan BIMA Kemdiktisaintek tersebut, tim ULM berharap pemanfaatan limbah peternakan tidak berhenti pada penyelesaian persoalan lingkungan, tetapi dapat berkembang menjadi aktivitas ekonomi produktif bagi desa.

Pengolahan limbah menjadi pupuk organik juga menjadi bagian dari penerapan prinsip ekonomi sirkular, yaitu mengubah sumber daya yang sebelumnya kurang termanfaatkan menjadi produk yang memiliki nilai guna dan nilai ekonomi.

Sinergi antara perguruan tinggi, BUMDes, dan masyarakat diharapkan dapat memperkuat kemandirian BUMDes Maju Bersama sekaligus membuka peluang sumber pendapatan baru berbasis potensi lokal.

Dalam jangka panjang, unit usaha pupuk organik diharapkan mampu memberikan manfaat bagi sektor pertanian, memperbaiki pengelolaan limbah peternakan, serta berkontribusi terhadap penguatan ekonomi Desa Tirta Jaya.

Pewarta: Firman
Editor : Mahdani

COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.