Bagikan:
JAKARTA - UNESCO pekan lalu memutuskan untuk menambahkan sekelompok situs kuno di Prefektur Nara yang menunjukkan pembentukan negara terpusat Jepang ke dalam daftar Warisan Dunia, menandai situs ke-27 di negara tersebut.
Keputusan tentang "Asuka-Fujiwara: Situs Arkeologi Ibu Kota Kuno Jepang dan Properti Terkait" dibuat selama pertemuan Komite Warisan Dunia Organisasi Pendidikan, Sains, dan Kebudayaan Perserikatan Bangsa-Bangsa yang diadakan di Busan, Korea Selatan.
"Sebuah halaman baru telah ditambahkan ke sejarah. Masih ada tugas besar di depan untuk melindungi situs-situs kuno yang menakjubkan ini dan memanfaatkannya sebaik mungkin," kata Wali Kota Kashihara, Tadahiko Kameda, kota tempat sebagian dari situs Warisan Dunia yang baru terdaftar berada, dilansir dari Kyodo News (31/7).
Kota tersebut mendirikan tempat menonton publik untuk menyaksikan pertemuan komite secara langsung, yang menarik sekitar 1.000 orang, termasuk penduduk setempat dan personel terkait.
Kerumunan bersorak dan bertepuk tangan begitu keputusan komite diumumkan, sementara pita-pita emas berhamburan dari bola konfeti.
Reruntuhan tersebut sangat dihargai karena menunjukkan proses pembentukan negara terpusat, dengan latar belakang interaksi erat dengan Tiongkok dan Semenanjung Korea.
"Saya ingin melestarikannya untuk generasi mendatang bersama dengan masyarakat di wilayah ini," kata, Kepala Desa Asuka, Yuichi Morikawa, desa desa yang menjadi rumah bagi 15 dari 19 situs arkeologi gugusan Asuka-Fujiwara yang berasal dari akhir abad keenam hingga awal abad kedelapan.
Sementara itu, Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi, yang berasal dari prefektur tersebut, juga gembira atas penetapan tersebut dan mengatakan dalam sebuah pernyataan,
"Situs-situs tersebut, harta karun Jepang, telah menjadi harta karun dunia. Kami akan terus melindungi warisan berharga ini," katanya.
Situs-situs utama meliputi reruntuhan Istana Asuka dan Istana Fujiwara yang terkait dengan pembangunan negara awal, sisa-sisa ibu kota pertama Jepang yang lengkap, reruntuhan kuil Buddha, dan gundukan pemakaman kuno.
BACA JUGA:
Di antara gundukan pemakaman tersebut terdapat makam gundukan Takamatsuzuka, yang terkenal dengan mural berwarna cerah, dan makam gundukan Kitora, yang menampilkan peta astronomi tertua yang masih ada di Asia Timur.
Penambahan ini menandai situs Warisan Dunia baru pertama Jepang dalam dua tahun, setelah dimasukkannya kompleks tambang emas dan perak di Pulau Sado ke dalam daftar pada tahun 2024.
Badan penasihat UNESCO merekomendasikan penambahan situs-situs tersebut ke dalam daftar Warisan Budaya Dunia pada bulan Juni. Dengan penambahan ini, Jepang kini memiliki 22 situs Warisan Budaya dan lima situs Warisan Alam Dunia.
Add VOI as a Preferred Source
Follow VOI news updates across Google.
+