Jakarta, CNN Indonesia --
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyebut hotspot atau titik panas sebagai indikasi terjadi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Kalimantan Barat (Kalbar) masih terus bertambah hingga hari ini, Senin (31/8).
Sementara untuk di Kalimantan Selatan (Kalsel) dan Kalimantan Tengah (Kalteng) terpantau mengalami penurunan.
"Kita lihat bahwa di Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah maupun Kalimantan Selatan, jumlah titik panas itu relatif bertambah. Di Kalimantan Barat signifikan bertambahnya. Di Kalimantan Selatan, maupun Kalimantan Tengah, relatif menurun," kata Plt Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan dalam konferensi pers, Senin.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Di Kalbar, tercatat hotspot naik 3.553 titik menjadi 7.377 titik dan titik api atau fire spot naik 16 titik menjadi 72 titik. Kemudian, jarak pandang di Kalbar terpantau kurang dari 1 km.
Sementara di Kalteng hotspot tercatat turun 147 titik menjadi 5.244 titik dan titik api naik 16 titik menjadi 72 titik. Lalu jarak pandang terpantau kurang dari 1 km.
Sedangkan di Kalsel, hotspot tercatat turun 405 titik menjadi 504 tirik dan titik api naik tiga titik menjadi 55 titik. Kemudian, untuk jarang pandang terpantau kurang dari 2 km.
Disampaikan Berton, untuk di wilayah Sumatera yakni di Riau, Sumatera Selatan, dan Jambi titik api terpantau relatif mengalami penurunan. Namun, hotspot terpantau mengalami peningkatan di Sumatera Selatan.
"Di Riau maupun di Jambi, titik panas berkurang secara signifikan. Jarak pandang pun bervariasi antara 4 sampai 5 kilometer di Riau maupun Sumatera Selatan, sedangkan Jambi sekitar 7 kilometer," ucap dia.
Rinciannya, di wilayah Riau hotspot turun 202 titik menjadi 62 titik dan titik api turun dua titik menjadi 12 titik. Di wilayah tersebut jarak pandang tercatat 4-5km.
Lalu, di Sumatera Selatan tercatat hotspot naik 209 titik menjadi 1.013 titik dan titik api turun tujuh titik menjadi 11 titik. Di Sumatera Selatan jarak pandang tercatat kurang dari 5 km.
Selanjutnya di Jambi hotspot turun 86 titik menjadi 49 titik dan titik api tercatat ada empat titik. Di wilayah ini jarak pandang terpantau sejauh 6-7 km.
Berton mengatakan upaya pemadaman masih terus dilakukan baik melalui operasi darat maupun udara. Untuk operasi udara, tercatat 53 armada telah dikerahkan untuk mendukung penanganan karhutla di enam provinsi prioritas yakni Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Barat.
"Armada udara kita saat ini ada 53 unit, di mana 19 di antaranya melakukan kegiatan patroli maupun operasi TMC, 34 unit untuk membantu operasi pengeboman air melalui helikopter water bombing," tutur dia.
(dis/isn)